Untuk itu, Sumbar menargetkan pada 2029 pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,3 persen, PDRB per kapita Rp90,2 juta, serta tingkat kemiskinan berada pada kisaran 2,40–3,40 persen.
Dalam forum tersebut, Mahyeldi juga mendorong dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui tiga agenda bersama, yakni penetapan satu daftar prioritas pembangunan, kepastian tahapan dan skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU maupun investasi, serta pengawalan bersama terhadap kesenjangan pendanaan dan kesiapan proyek.
“Dengan sinergi pusat dan daerah yang lebih kuat, kita berharap berbagai program prioritas ini tidak hanya menjadi perencanaan, tetapi dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
(adpsb)












