Lubuk Basung, Mjnews.id – Bupati Agam, H Andri Warman tutup pelatihan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), di Hotel Sakura Lubuk Basung, Jum’at (10/2/2023).
Pelatihan yang digelar Dinas Dalduk KB PP dan PA Agam ini dimulai sejak Kamis, diikuti seluruh OPD serta pemerintah kecamatan.
Pelatihan ini, kata Andri Warman, upaya untuk mengintegrasikan aspirasi dan kebutuhan laki-laki dengan perempuan, dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Kemudian pelaksanaan, monitoring dan evaluasi demi mempercepat pencapaian tujuan pembangunan yang responsif gender di Agam.
“Komitmen ini tercermin dari berbagai penghargaan yang telah diraih, baik tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Bupati berharap, peserta pelatihan PPRG memanfaatkan kegiatan ini, untuk meningkatkan pembangunan kesetaraan gender. “Sehingga pembangunan yang dilaksanakan jadi lebih terarah, sistematis, sinergis dan berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, mereka juga harus mampu menganalisis kegiatan yang perspektif gender baik melalui Gender Analysis Pathway (GAP) maupun Gender Based Statement (GBS).
Selanjutnya menyediakan data gender terpilah sebagai alat analisis gender, yang merupakan indikator bagi penyusun perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dalam kebijakan program daerah.
Siapkan Berbagai Aturan
Sebelumnya, Kadis Dalduk KB PP dan PA, Surya Wendri saat buka pelatihan PPRG, Kamis (9/2/2023), mengatakan, isu pemberdayaan perempuan masih menjadi tantangan di Kabupaten Agam.
Tantangan itu seperti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, serta rendahnya peran perempuan di bidang politik. Bahkan tidak sedikit pula terjadi perceraian, sehingga banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga.
“Dalam pemenuhan kebutuhan gender, Pemkab Agam telah banyak lakukan upaya strategis pencapaian pemberdayaan perempuan termasuk perlindungan anak,” ujarnya.
Apalagi, katanya, perempuan dapat mengambil peran membantu percepatan pembangunan pemberdayaan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya perempuan.
Terkait hal itu, Pamkab Agam telah menyiapkan bentuk peraturan yang mendukung seperti, Perbup, keputusan bupati tentang rencana aksi daerah Pengarustamaan Gender (PUG), focal point PUG dan tim teknis PPRG.
“Ini supaya terwujudnya pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Agam,” sebutnya.
Selain itu, meningkatkan kualitas hidup perempuan, melalui pendidikan keterampilan rumah tangga bagi perempuan rawan ekonomi dan lainnya.
(amc/jef)












