Solok SelatanSumatera Barat

Ini Keluh Kesah dan Harapan Petani kepada Pemkab Solok Selatan

181
×

Ini Keluh Kesah dan Harapan Petani kepada Pemkab Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
Sutan Syah Alam (Al Sutan Balun)
Sutan Syah Alam (Al Sutan Balun). (f/susriati)

Solok Selatan, Mjnews.id – Petani ekonomi menengah ke bawah minta perhatian Pemerintah dan jajarannya, terutama tentang ketahanan pangan.

Sutan Syah Alam (Al Sutan Balun), saat bincang-bincang dengan media ini, Senin (13/03/2023), menyampaikan tentang sulitnya kehidupan rakyat ekonomi menengah ke bawah.

Tentang komoditi ketahanan pangan, masyarakat kami ekonomi ke bawah adalah petani, kita berpijak pada komoditi yang sudah ada, untuk tanam padi pupuk susah didapat, hama banyak, mulai dari keong, tikus, pianggang dan burung. untuk tanaman karet, sekarang harga karet dijual sangat murah, tapi kalau harga karet tinggi, masyarakat bisa terbantu, karena rata-rata petani punya kebun karet.

Tentang peternakan sapi, Al Sutan Balun mengatakan, sekarang sapi terdampak penyakit Kuku dan Mulut, untuk penanggulangan penyakit ini sebaiknya pemerintah Solok Selatan tanggap.

Sutan Balun menyampaikan, kalau Bupatinya lupa, lakukanlah penanganan penyakit ini seperti penanganan Covid-19, seperti membatasi ternak masuk dari luar, atau dari dalam keluar daerah. Harusnya kita buat pos di setiap pintu masuk Solok Selatan, pintu masuk Solok Selatan ada 3, dari Padang Muaralabuh, dari Dharmasraya, dan Sungai Penuh.

Pemerintah harus membuat pos steril ternak masuk dan keluar di 3 Penjuru masuk. Di situ dilakukan seperti penanganan Covid-19 disterilkan, disemprot, termasuk mobil pengangkut ternak dan supirnya juga harus disterilkan (disinfektan).

“Termasuk pak Jokowi sebagai Presiden RI, juga sangat mengkhawatirkan ketahanan pangan ini,” kata Sutan Balun.

Melalui bincang-bincang kecil ini, kita mengingatkan bapak bapak dan ibu-ibu yang duduk di pemerintahan Kabupaten Solok Selatan, mungkin banyak tugas lupa sama hal-hal kecil seperti ini.

“Kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati, lakukanlah penanganan penyakit ternak sapi kuku dan mulut ini seperti penanganan Covid-19,” harapnya.

Untuk di bidang perkebunan, Sutan dapat info komoditi baru tentang penanaman sorgum, itu sangat bagus, tapi jangan sampai komoditi yang sudah ada ditebang, carilah solusi untuk buka lokasi baru, jangan merusak yang sudah ada.

“Jadi, sebelum apak-apak dari Dinas Pertanian memberikan penyuluhan, tanam ini tanam itu, kita tentu sesuai dengan pepatah adat kita, menyuruh jo penyuruhnya, dilarang jo pelarangnya, baru masyarakat kita bisa bergerak,” ujarnya.

Dengan adanya anggota DPRD yang sudah bersinergi dengan masyarakat Solok Selatan, juga bapak Bupati yang sudah dipercayakan untuk memimpin Solok Selatan, mungkin dengan adanya hal-hal sepele yang kita bicarakan sekarang bisa mengingatkan beliau tentang action ke depannya, agar harga komoditi yang ada bisa dijual mahal (harga naik), sehingga ekonomi petani tidak terpuruk.

“Kalau harga karet mahal pasti ekonomi lancar,” ujar Sutan.

Sutan mengusulkan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tidak bisa menghidupkan kembali Perusahaan Daerah (Perusda), yang bisa membuat suatu pabrik mini yang akan menampung komoditi-komoditi yang sudah ada termasuk juga sorgum.

Harapan Al Sutan pada pemerintah, tolong nasib kami petani diperhatikan, agar ekonomi masyarakat sejahtera.

(sus)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600