Kota BukittinggiSumatera Barat

BPOM Buka Suara Mengenai Indomie Rasa Ayam Spesial

208
×

BPOM Buka Suara Mengenai Indomie Rasa Ayam Spesial

Sebarkan artikel ini
IMG 20230429 213023 resize 62

Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi memperbolehkan kembali menjualbelikan dan mengonsumsi indomie rasa ayam spesial. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, mie instan merek indomie rasa ayam spesial masih aman dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Terkait adanya pemberitaan dan informasi di laman resmi otoritas kesehatan Kota Taipei, Taiwan, tanggal 24 April 2023, terkait hasil pengawasan produk mie instan yang ditemukan adanya kandungan residu pestisida Etilen Oksida (EtO) dan tidak sesuai dengan peraturan di Taiwan.

Sesuai dengan penjelasan BPOM RI Nomor HM. 01.1.1.04.23.64 tanggal 27 April 2023. Perlu disampaikan informasi bahwa otoritas kesehatan Kota Taipei melaporkan keadaan EtO pada bumbu mie instan yang dimaksud produksi PT. Indofood CBP Sukses makmur Tbk, sebesar 0.187 mg/kg (ppm).

Taiwan tidak memperbolehkan EtO pada pangan, Metode analisis yang digunakan oleh Taiwan FDA Adalah metode penentuan 2-Chloro Ethanol (2-CE) yang hasil ujinya dikonversikan sebagai EtO. Oleh karena itu kadar EtO sebesar 0.187 ppm setara dengan kadar 2-CE sebesar 0.34 ppm.

BPOM menambahkan indonesia telah telah mengatur Batas Maksimal Residu (BMR) 2-CE Sebesar 85 ppm melalui keputusan kepala BPOM Nomor 229 tahun 2022 tentang pedoman mitigasi resiko kesehatan senyawa Etilen Oksida.

Dengan demikian, kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel mie instan di Taiwan (0.34 ppm) masih jauh dibawah BMR 2-CE di Indonesia dan disejumlah negara lain seperti Amerika dan Kanada.

Sebagai antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat, BPOM telah melakukan beberapa hal, dengan menerbitkan keputusan kepala BPOM Nomor 229 tahun 2022 tentang pedoman Mitigasi Resiko Kesehatan Senyawa Etilen Oksida sebagai sebagai upaya Pro aktif pemerintah memberikan perlindungan masyarakat dan acuan bagi pelaku usaha untuk segera melakukan mitigasi resiko.

Melakukan sosialisasi dan pelatihan secara berkala kepada asosiasi pelaku usaha dan eksportir produk pangan termasuk eksportir ke Taiwan, terkait dengan peraturan terbaru yang berlaku dinegara tujuan ekspor.

(Aii)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600