pemkab muba
Limapuluh KotaSumatera Barat

Ini Strategi Bupati Safaruddin Wujudkan Visi dan Misi Lima Puluh Kota

83
×

Ini Strategi Bupati Safaruddin Wujudkan Visi dan Misi Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini
Bupati Lima Puluh kota, Safaruddin
Bupati Lima Puluh kota, Safaruddin (kedua dari kiri). (f/ist)

Safaruddin Datuk Bandaro Rajo menyampaikan bahwa dalam rangka mewujudkan visi dan misinya dengan berbagai program telah dirancang dan disusun serta telah dilaksanakan yaitu :

  1. Menuntut Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk komitmen dengan pembukaan 200.000 Ha kawasan pertanian jagung.

Dalam 2 tahun lebih kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, lahan jagung yang telah dikembangkan mencapai 3.839 hektare yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dan Kemitraan dengan pabrik pakan ternak atau pengusaha lokal. Pengembangan lahan jagung ini ditargetkan akan tercapai pada tahun 2026 mendatang.

ADVERTISEMENT

Untuk pendanaan dari APBN telah dilakukan pengembangan lahan jagung seluas 1.330 ha untuk penanaman perdana dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian RI di Kecamatan Guguak pada bulan Agustus 2022. Pendanaan dari APBD Provinsi telah dilakukan pengembangan lahan jagung seluas 2.250 hektare, penanaman perdana dilakukan oleh Gubernur dan Bupati Lima Puluh Kota di Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Guguak.

Sedangkan pendanaan dari APBD Kabupaten Lima Puluh Kota telah dilakukan pengembangan luas lahan jagung seluas 159 hektare, untuk penanaman perdana jagung dilakukan oleh Bupati Lima Puluh Kota pada bulan Juni 2022 di Kecamatan Kapur IX dan panen perdana progul jagung dilakukan oleh Bapak Bupati pada bulan Oktober 2022.

Selanjutnya dengan sumber pembiayaan dari KUR telah menambah pengembangan luas lahan jagung seluas 70 hektare dan kemitraan dengan pengusaha lokal seluas 30 hektare.

Untuk mendukung pengembangan lahan jagung, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan juga melaksanakan kegiatan berupa bantuan pupuk kepada 29 kelompok tani, bantuan alsintan sebanyak 15 unit, bantuan benih jagung pada 29 kelompok tani, penyusunan master plan pengembangan kawasan jagung, melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Jagung pada 13 lokasi, melaksanakan Temu Usaha Jagung sebanyak 2 kali pertemuan, dan pelaksanaan Sekolah Lapang dan Demplot Pengembangan Jagung dengan sistem Jarsip (Jarwo Sisip) pada 26 kelompok tani.

Manfaat dari sistem jarsip ini adalah meningkatkan produktivitas jagung dari 4-5 ton/ha menjadi 6-7 ton/ha.Produksi tanaman jagung di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2021 adalah sebesar 42.636,00 ton dan meningkat pada tahun 2022 yaitu mencapai 50.227, 78 ton atau terjadi peningkatan produksi jagung sebesar 17,92%.

Strategi pencapaian 20.000 hektare lahan jagung.Untuk mencapai pengembangan 20.000 ha lahan jagung telah disusun master plan pengembangan lahan jagung yang kajiannya dilakukan oleh Lembaga universitas, guna untuk mengetahui lahan tidur dan lahan tinggal serta potensi dan kecocokan lahan di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk pengembangan lahan budidaya tanaman jagung. Pelaksaan Master Plan pengembangan lahan jagung dilakukan pada tahun 2021-2022, sehingga belum ada progres pengembangan luas lahan jagung pada tahun 2021.

Pada Tahun 2022 seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengembangan lahan jagung yang telah dicapai adalah seluas 3.839 ha. Di masa pemerintahan yang tinggal 2 tahun lagi maka akan direncanakan pengembangan dari dana APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten seluas 5.000 ha pada tahun 2023 dan pada tahun 2024 seluas 5.000 ha.

Pada tahun ini strategi lain yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah mengembangkan program Agrosolution, yaitu program Kerjasama antara Pupuk Indonesia dan Pemerintah Daerah dengan menggandeng Bumnag sebagai Agroinput. Agroinput yang dimaksud adalah menjadikan Bumnag sebagai mitra Pupuk Indonesia untuk penyediaan barang (pupuk dan sarana produksi lainnya) serta uang, dan panen yang dihasilkan oleh petani akan dibeli oleh pihak Bumnag.

Kerja sama ini juga melibatkan pihak perbankan yakni Bank Nagari dan BRI sebagai mitra pembiayaan dan offtaker sebagai penampung hasil pertanian yang telah dikumpulkan oleh pihak Bumnag.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *