pemkab muba
BeritaSolok Selatan

Lomba Salat Jenazah di Solok Selatan, Membangun Mental dan Kepedulian Anak Sejak Dini

467
×

Lomba Salat Jenazah di Solok Selatan, Membangun Mental dan Kepedulian Anak Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Lomba Salat Jenazah di Solok Selatan
Lomba Salat Jenazah di Solok Selatan. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pembinaan anak dalam penyelenggaraan jenazah menjadi hal penting untuk dilakukan sejak dini. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab anak dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat.

Hal ini terungkap dalam wawancara bersama Ali Firman dan Sholihin, dua sosok yang aktif membimbing generasi muda dalam kegiatan keagamaan di Kabupaten Solok Selatan saat ditemui di sela-sela lomba Salat Jenazah di kawasan Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/8/2025).

ADVERTISEMENT

Ali Firman, seorang penyuluh dari Nagari Dusun Tangah Kecamatan Sangir Batang Hari, menyatakan bahwa pelaksanaan salat jenazah bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga soal membentuk kesadaran dan tanggung jawab anak-anak terhadap kewajiban sebagai umat Islam.

“Hal yang paling penting adalah bagaimana anak-anak tampil semaksimal mungkin dan mampu mempraktekkan salat jenazah serta mengkafani sesuai ketentuan,” paparnya.

Menurutnya, tidak ada tantangan yang berarti dalam pelaksanaan salat jenazah jika proses pembelajaran dilakukan dengan tepat. Kunci keberhasilannya adalah pada cara membimbing, mengarahkan, dan memberikan pemahaman sejak dini.

Ali Firman juga menyampaikan harapan kepada para orang tua agar turut berperan aktif dalam menanamkan nilai pentingnya salat jenazah kepada anak-anak mereka.

“Hal ini harus diajarkan sejak kecil agar menjadi kebiasaan dan kesadaran yang tumbuh dari dalam diri anak-anak, sehingga ketika dewasa mereka akan dengan sukarela menjalankannya,” tambahnya.

Sementara itu, Sholihin, guru pendamping dari Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, menekankan pentingnya aspek mental dalam mempersiapkan anak-anak.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama adalah membentuk keberanian dan kekompakan dalam melaksanakan prosesi salat jenazah.

“Tantangan utamanya adalah mental anak-anak. Kami harus membujuk dan merayu agar mereka terus berlatih supaya tidak minder atau takut,” kata Sholihin.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT