Tekno

Survei Pure Storage: Organisasi Tak Siap Hadapi Kebutuhan Energi dan Permintaan Data AI

1610
×

Survei Pure Storage: Organisasi Tak Siap Hadapi Kebutuhan Energi dan Permintaan Data AI

Sebarkan artikel ini
Pure Storage Indonesia
Pure Storage Indonesia. (f/ist)

Pada 2024, departemen TI akan diminta berkontribusi lebih banyak dalam mendukung tujuan keberlanjutan lingkungan di perusahaan

Mengingat usaha-usaha keberlanjutan lingkungan semakin meningkat, departemen TI akan semakin dituntut untuk lebih berperan dalam program keberlanjutan perusahaan. Sebelumnya mereka diminta untuk dapat melakukan efisiensi energi di departemen mereka saja, tapi saat ini juga terdapat permintaan bagi TI untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan efisiensi energi bagi seluruh perusahaan.

ADVERTISEMENT

“Kita akan mulai melihat kolaborasi yang lebih luas antara Chief Technology Officer, Chief Digital Officer dan Head of Sustainability untuk memastikan peran TI dalam mencapai tujuan keberlanjutan makin besar,” prediksi Catharina.

Satu area di mana TI dapat menunjukkan dampak langsung adalah dengan membuat standarisasi perangkat lunak. Beberapa pihak memperkirakan jika 90% energi terbuang percuma untuk perangkat lunak yang tidak efisien.

Kemudian, di 2024 akan ada kekurangan sumber daya manusia (SDM), kali ini berfokus pada AI. Di manapun teknologi baru muncul, kami melihat permintaan SDM dan pengetahuan di area tersebut meningkat dan ini tidak ada bedanya dengan AI Generatif. Perebutan SDM akan menyebabkan gaji meningkat dan kami juga melihat jika banyak proyek AI melambat karena kekurangan SDM.

Selain AI Generatif, kekurangan SDM juga akan muncul di bidang-bidang penting seperti cloud computing, Kubernetes, arsitektur data, dan cybersecurity.

Perebutan SDM akan terjadi bahkan di industri yang secara tradisional kurang dimotori oleh teknologi seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan karena mereka akan beralih ke analitik data. Para profesional di bidang IoT, analitik data, AI, dan teknologi lingkungan akan lebih banyak di cari untuk industri ini.

“Ini akan menjadi salah satu penghambat terbesar untuk memperluas adopsi AI,” pungkas Catharina Hadiningtyas.

(***)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *