Mjnews.id – Tingkat inflasi Indonesia pada November 2024 mencapai titik terendah dalam rentang target nasional, yaitu pada angka 1,55 persen.
Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin 16 Desember 2024.
Kegiatan ini diikuti Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, bersama instansi terkait di Aula VIP Balai Kota.
“Angka inflasi ini sangat baik, mengingat target inflasi nasional adalah antara 1,5 persen hingga 3,5 persen. Bulan ke bulan kita juga berhasil menekan inflasi di angka 0,3 persen,” kata Tito.
Capaian ini diapresiasi oleh Presiden. Namun Tito mengingatkan agar tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun dan periode hari besar keagamaan.
Dalam rakor tersebut terungkap, pada minggu kedua Desember 2024 terdapat 31 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dan tujuh provinsi mengalami penurunan IPH. Komoditas penyumbang kenaikan IPH di sebagian provinsi tersebut di antaranya bawang merah, cabai merah dan daging ayam ras.
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan, tren luas panen dan produksi padi menunjukkan penurunan, dengan produktivitas yang stagnan.
“Untuk 2024, luas panen diperkirakan mencapai 10,05 juta hektare dengan produktivitas 5,24 ton/ha. Menghasilkan total produksi padi sebesar 52,66 juta ton,” jelasnya.












