Mjnews.id – Seminar Minangkabau Series-1 bertema “Berkolaborasi Melakukan Inventarisasi, Pemetaan, dan Penemuan Alternatif Pemecahan Masalah Keminangkabauan” yang diadakan di Kampus Universitas Metamedia di Lolong Belanti Kota Padang pada Sabtu 14 Juni 2025, berlangsung sukses.
Seminar yang digagas Irman Gusman Centre bersama Yayasan Sako Anak Negeri (YSAKO), Yayasan Pemajuan Kebudayaan Minangkabau (YPKM) dan Badan Koordinasi KAN (Bakor KAN) Sumatera Barat tersebut, dipandu oleh Sekretaris Panitia Seminar, Viveri Yudi alias Mak Kari sebagai moderator.
Anggota DPD RI, Irman Gusman, MBA Dt. Rajo Nan Labiah yang hadir sebagai keynote speaker sekaligus melaksanakan Reses III Tahun 2025, Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, mengungkapkan, nilai-nilai budaya merupakan aset terbesar Minangkabau yang saat ini menghadapi tantangan di tengah kemajuan teknologi.
Lanjut Irman Gusman, bangsa Indonesia diakui oleh dunia sebagai kekuatan raksasa di bidang kebudayaan. Dimana kebudayaan Indonesia adalah puncak puncak kebudayaan daerah, salah satunya kebudayaan Minangkabau.
Minangkabau terkenal dengan adat istiadat dan peradabannya serta kulinernya. Sebagai sebagai aset terbesar, nilai nilai budaya Minangkabau merupakan warisan terbesar.
Di tengah kemajuan teknologi salah satunya kecerdasan buatan, diperlukan nilai-nilai budaya dan harus diimbangi dengan nilai budaya.
Menurut Irman, apabila sejak dini nilai-nilai budaya ditanamkan kepada setiap diri anak bangsa, maka lahir generasi yang berintegritas, tanpa pamrih, tidak pernah merasa puas, tangguh bahkan tidak mudah mengeluh.
Peserta seminar berasal dari unsur, organisasi kemasyarakatan dan adat Minangkabau. Penghulu dan Bundo Kanduang, Sumatera Barat. Alim Ulama Minangkabau, Sumatera Barat. Advokat dan Lembaga Hukum. Akademisi, peneliti, dan pusat studi budaya. Mahasiswa dan masyarakat umum peduli adat dan budaya Minangkabau.
Selain Irman Gusman, hadir juga narasumber lainnya dari Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar, Tim Kebudayaan Sumbar, Prof. Dr. Busyra Azheri Dt. Bungsu dan Dr. Wendra Yunaldi yang membahas bidang hukum, Dr. Hasanuddin Yunus Dt. Tan Patiah (SAKO), Dr. Yulizar Yunus Dt. Rajo Bagindo (PKM), Basrizal Dt. Pangulu Basa (Bakor KAN).
Tampak hadir Ketua Panitia Penyelenggara Seminar, Hasanuddin Dt. Tan Patih yang juga seorang Ahli Budaya Universitas Andalas, organisasi kemasyarakatan dan adat Minangkabau, Penghulu dan Bundo Kanduang, Alim Ulama Minangkabau, Advokat dan Lembaga Hukum, Akademi, peneliti dan pusat studi budaya, serta mahasiswa dan masyarakat umum yang peduli adat dan budaya Minangkabau.
(eds)












