BeritaNasional

Terungkap! Pesta Gay di Puncak Berujung Petaka, Puluhan Peserta Terinfeksi Penyakit Menular

391
×

Terungkap! Pesta Gay di Puncak Berujung Petaka, Puluhan Peserta Terinfeksi Penyakit Menular

Sebarkan artikel ini
Polisi gerebek Pesta Gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat
Polisi gerebek Pesta Gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat. (f/ist)

Mjnews.id – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pesta gay di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Ia menyatakan keprihatinan dan kemarahan atas peristiwa ini, terlebih setelah diketahui bahwa 30 dari 75 peserta pesta dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.

ADVERTISEMENT

Abdullah menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku yang tertangkap di lokasi.

“Saya mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk mengusut tuntas jaringan di balik pesta gay ini. Jangan hanya berhenti pada pelaku yang tertangkap di lokasi, tapi bongkar siapa penyelenggara, jaringan komunikasi,” ujar Abdullah dalam keterangannya, pada Rabu 25 Juni 2025.

Politisi dari Dapil Jawa Tengah VI ini menekankan pentingnya tindakan tegas guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Ia juga menyoroti perlunya sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga pemerintah terkait dalam memberantas praktik-praktik penyimpangan yang meresahkan masyarakat.

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bersinergi. Kita tidak bisa membiarkan perilaku seperti ini terus tumbuh dan membahayakan generasi muda. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga soal ancaman terhadap ketertiban umum dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Abdullah mendorong kepolisian untuk menelusuri semua pihak yang terlibat dan memastikan proses hukum ditegakkan tanpa kompromi.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar peserta yang reaktif HIV dan sifilis bukan berasal dari Bogor, melainkan dari wilayah sekitar.

“Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Para pelaku pesta harus ditindak tegas sesuai aturan yang ada. Pencegahan harus gencar dilakukan,” tegas Abdullah.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk meningkatkan pencegahan serta razia terhadap kelompok-kelompok yang terlibat dalam aktivitas seksual menyimpang.

(*/eki)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT