BeritaInternasionalUNP

Konferensi PAPTEKINDO 2025 di UNP, Wamenaker Tegaskan Pentingnya Transformasi Ekosistem Pelatihan Vokasi

924
×

Konferensi PAPTEKINDO 2025 di UNP, Wamenaker Tegaskan Pentingnya Transformasi Ekosistem Pelatihan Vokasi

Sebarkan artikel ini
Wamenaker Afriansyah Noor dalam Konferensi PAPTEKINDO 2025 di UNP
Wamenaker Afriansyah Noor dalam Konferensi PAPTEKINDO 2025 di UNP. (f/humas)

Mjnews.id – Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama dengan Perkumpulan Ahli dan Pendidik Teknologi dan Kejuruan Indonesia (PAPTEKINDO) selenggarakan Convention and International Conference PAPTEKINDO ke-12 tahun 2025 yang berlangsung di Auditorium UNP, Rabu (15/10/2025).

Melalui konferensi ini, UNP menegaskan perannya dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, sekaligus berkomitmen mencetak lulusan siap kerja, berkarakter, dan berdaya saing global.

ADVERTISEMENT

Konferensi yang mengusung tema “Edvancing Learning Technology Media TVET to Enhance Contribution For Sustainable Development” ini dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU, yang menegaskan pentingnya optimalisasi ekosistem pelatihan vokasi nasional untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja masa depan.

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan kerja bukan hanya hak pekerja, tetapi juga tanggung jawab negara untuk menjamin peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.

“Pelatihan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan industri, dilaksanakan secara inklusif, dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat,” ujar Afriansyah Noor.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tengah mengembangkan Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Sislatkernas) sebagai acuan bagi seluruh lembaga pelatihan di berbagai sektor, serta memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UNP dalam penyelarasan standar kompetensi kerja nasional.

Sementara itu, Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional ini bukan sekadar ajang akademik, melainkan bentuk nyata kontribusi UNP dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Forum seperti ini adalah ruang kolaborasi untuk memperkuat link and match antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri. UNP berkomitmen menjadi simpul penghubung dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang relevan, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor juga menekankan bahwa tantangan pendidikan vokasi ke depan tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga generasi yang mampu memimpin inovasi dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menurutnya, UNP terus memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri melalui model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) serta integrasi riset terapan dalam pengembangan teknologi pembelajaran.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT