Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten menjadikan momen peringatan hari ulang tahun ke-22 Kabupaten Solok Selatan sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus refleksi perjalanan pembangunan daerah sejak kabupaten berdiri. Selain itu juga waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap saudara sebangsa dan setanah air yang dilanda bencana.
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas mengatakan momen ulang tahun ini juga menjadi titik tolak perjalanan pembangunan untuk terus melangkah lebih jauh lagi di masa depan.
Dengan berbekal program-program untuk mendorong daerah menjadi lebih baik lagi ke depannya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaannya.
“Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-22 ini menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi atas perjalanan pembangunan daerah yang telah kita lalui bersama, serta menjadi titik tolak untuk melangkah lebih maju ke masa depan,” kata Khairunas dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD di Kantor DPRD Solok Selatan, Rabu (7/1/2025).

Bupati melanjutkan, namun di tengah rasa syukur yang dirasakan ini, pemerintah kabupaten pun tak menutup mata dan turut prihatin atas bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera, khususnya 11 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat. Ditambah lagi dengan kondisi di Sumatera Utara dan Aceh.
Dalam momen bertambahnya usia Solok Selatan, pemerintah kabupaten pun mengajak seluruh pihak yang ada mulai dari masyarakat, ASN, hingga Forum Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSLP) untuk menggalang dana guna membantu kondisi di berbagai wilayah.

Penggalangan sudah mulai dilaksanakan sejak dimulainya rangkaian kegiatan HUT Solok Selatan dan diumumkan pada malam puncak peringatannya.
Donasi ini akan disalurkan tidak hanya akan disalurkan kepada kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga untuk Aceh dan Sumatera Utara.
Sambutan Ketua DPRD Solok Selatan

Sementara Ketua DPRD Solok Selatan, Martius dalam sambutannya mengatakan bahwa DPRD mendorong pemerintah kabupaten untuk mulai mentransformasi berbagai sisi pemerintahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman saat ini. Berbagai kebijakan yang ada saat ini dinilai harus disesuaikan dengan perkembangan dalam penyelenggaraan dan pembangunan daerah.
“Tahun 2026, merupakan tahun yang sulit bagi hampir semua daerah, tidak terkecuali bagi Kabupaten Solok Selatan. Kebijakan pemotongan TKDD, efisiensi anggaran dan ditambah lagi banyaknya terjadi bencana pada akhir tahun 2025 yang lalu, mengharuskan daerah untuk ber-transformasi dan menyesuaikan berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan dan pembangunan daerah,” kata Martius.

Menurutnya, saat ini pemerintah tak lagi bisa bersandar pada dana transfer dari pusat. Sehingga kabupaten harus menjadi lebih mandiri dan berotonomi dan mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
Pada momen hari ulang tahun kabupaten ini, DPRD pun mendorong pemerintah untuk bertransformasi secara utuh. Mulai dari struktural, birokrasi, budaya dan etos kerja, anggaran serta kebijakan, agar kita bisa menghadapi kondisi yang ada.
“Kita jadikan semangat HUT Kabupaten Solok Selatan ke 22 Tahun 2026 ini dengan tema Lebih Dekat, Lebih Cepat, Semakin Melompat, sebagai momentum untuk saling meningkatkan kebersamaan, meningkatkan kolaborasi, kerjasama, antara Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda, Pelaku Usaha, Perantau dan masyarakat Kabupaten Solok Selatan,” sambungnya.

Pada kesempatan ini, Martius tak lupa untuk mengajak seluruh pihak yang hadir untuk bersama mendoakan saudara-saudara yang tertimpa bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Kita mendoakan, semoga saudara- saudara kita tersebut diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapinya dan kepada kita yang Alhamdulillah dijauhkan dari bencana tersebut, marilah kita berikan dukungan, sumbangan, doa dan perhatian kepada mereka,” tutupnya.
(Adv)










