BeritaLimapuluh KotaReligi

Ribuan Masyarakat Hadiri Potang Balimau Nagari Pangkalan, Bupati Safni: Rugi Dunsanak Kalau Tak Pulang Kampuang

455
×

Ribuan Masyarakat Hadiri Potang Balimau Nagari Pangkalan, Bupati Safni: Rugi Dunsanak Kalau Tak Pulang Kampuang

Sebarkan artikel ini
Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang dan Forkopimda disambut masyarakat Pangkalan dalam acara potang balimau
Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang dan Forkopimda disambut masyarakat Pangkalan dalam acara potang balimau. (f/ist)

Mjnews.id – Ribuan masyarakat termasuk perantau memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi tahunan Potang Balimau di Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa 17 Februari 2026.

Acara yang digelar menjelang menyambut ibadah puasa Ramadan 1447 H tahun 2026, tampak dihadiri oleh Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, Wabup Ahlul Ahbarito Resha, Gubernur Sumbar diwakili Ahmad Zikri, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas dan Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wahid serta tamu-tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

Ketua panitia acara Potang Balimau Nagari Pangkalan, Rota Yudistira mengucapkan terima kasih kepada perantau nagari Pangkalan yang telah ikut mendukung kegiatan Potang Balimau tahun 2026 ini.

“Semoga tradisi Potang Balimau ini terus menjadi Budaya dalam menyambut bulan Suci Ramadan,” katanya.

Rota berharap ke depan, pemerintah daerah dapat menganggarkan dana khusus untuk mendukung pelaksanaan tradisi tahunan ini.

“Potang Balimau sudah menjadi identitas masyarakat Pangkalan. Kami berharap pemerintah daerah bisa terus mendukung dan mengalokasikan anggaran khusus agar acara ini semakin berkembang,” harapnya.

Hal yang sama juga diutarakan Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki. Kepada wartawan, Depi mengatakan, kegiatan Potang Balimau ini sudah merupakan tradisi turun temurun dalam “menyucikan diri” yang dilakukan oleh anak nagari di sepanjang aliran Batang Maek Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

“Tradisi menyambut bulan suci Ramadan ini dilaksanakan sesudah salat Zhuhur. Selain untuk mensucikan diri, sekaligus sebagai tempat bersilaturahmi antar anak nagari di kampung halaman maupun dari perantauan,” sebutnya singkat saja.

Rugi Dunsanak Kalau Tak Pulang Kampuang saat Potang Balimau

Sementara Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang dalam sambutannya mengatakan, event atau alek nagari Potang Balimau merupakan aktraksi budaya yang megah, meriah dan kolosal di Limapuluh Kota. Untuk itu, tradisi ini harus terus dilestarikan secara turun temurun.

“Tra­disi atraksi budaya Potang Balimau ini tak ha­nya merupakan event lo­kal, namun kegiatan ini juga menambah semangat untuk menggali sektor pariwisata untuk kemajuan dae­rah serta sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara dunsanak di kampung halaman dan perantau,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT