BeritaKota Payakumbuh

Wagub Sumbar Salurkan Bantuan dan Alquran untuk Masjid Nurul Jannah Payolinyam Payakumbuh

189
×

Wagub Sumbar Salurkan Bantuan dan Alquran untuk Masjid Nurul Jannah Payolinyam Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Salurkan Bantuan dan Alquran untuk Masjid Nurul Jannah Payolinyam Payakumbuh
Wagub Sumbar Salurkan Bantuan dan Alquran untuk Masjid Nurul Jannah Payolinyam Payakumbuh. (f/ist)

Mjnews.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy di Masjid Nurul Jannah, Payolinyam, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026).

Kedatangan Wakil Gubernur dan rombongan tersebut dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar senilai Rp25 juta serta 20 Alquran untuk mendukung pembangunan dan aktivitas keagamaan masjid.

Dalam kesempatan tersebut, Vasko mengaku terkesan melihat Masjid Nurul Jannah yang berdiri megah berkat kebersamaan dan partisipasi jamaah.

“Masjid ini luar biasa. Kita tidak tahu dari mana saja bantuan datang, tapi itulah tanda keberkahan. Artinya, orang-orang yang beribadah di sini tulus, dan insyaallah setiap amalnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Vasko.

Ia menegaskan, kekuatan utama sebuah rumah ibadah bukan hanya pada bangunannya, melainkan pada ketulusan jamaahnya. Menurutnya, tidak semua masjid besar otomatis mudah mendapatkan dukungan.

“Banyak masjid yang besar, tapi belum tentu menghadirkan kebersamaan. Ketika niat membangun masjid itu tulus, Allah yang akan mencukupkan. Dan orang yang membantu dengan niat baik, pahalanya insya Allah dilipatgandakan,” katanya.

Menanggapi informasi adanya sisa utang pembangunan sekitar Rp17 juta, Vasko langsung menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk membantu.

“Kalau begitu, Provinsi bantu Rp25 juta untuk Masjid Nurul Jannah ini,” ucapnya, disambut takbir jamaah.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyinggung kondisi masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana. Ia menggambarkan bahwa fase terberat justru sering terjadi setelah masa tanggap darurat berlalu.

“Awalnya orang fokus menyelamatkan nyawa. Fase berikutnya mencari tempat tinggal. Tapi fase paling berat adalah ketika harus memikirkan bagaimana makan dan menghidupi keluarga, karena ada yang kehilangan sawah, rumah, bahkan anggota keluarga,” tutur Vasko.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT