BeritaJawa TengahTNI

Bukan Sekadar Beton, Ini Perwujudan ‘Rumah Besar’ Bernama Gotong Royong di TMMD ke-128 di Desa Krangean

18
×

Bukan Sekadar Beton, Ini Perwujudan ‘Rumah Besar’ Bernama Gotong Royong di TMMD ke-128 di Desa Krangean

Sebarkan artikel ini
Semangat gotong royong dalam TMMD ke-128 di Desa Krangean
Semangat gotong royong dalam TMMD ke-128 di Desa Krangean. (f/pendim)

Mjnews.id – Bukan sekadar proyek fisik. Di balik debu dan keringat yang bercucuran di lereng perbukitan Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, ada simfoni kebersamaan yang lebih keras dari deru mesin molen.

Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan prajurit loreng Satgas TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0702/Purbalingga dan warga setempat bahu-membahu “mengebut” pembangunan jalan rabat beton. Mereka tak hanya mengejar target waktu, tapi juga menuangkan mimpi warga akan akses yang selama ini tertahan.

ADVERTISEMENT

Di lokasi, terlihat chemistry yang sulit dibuat-buat. Prajurit dan petani duduk berdampingan mengaduk pasir, sesepuh desa sesekali bercanda dengan anggota TNI yang kelelahan. Mereka telah menemukan bahasa yang sama, “bagaimana caranya agar jalan ini cepat selesai dan kokoh untuk anak cucu.”

Jalan ini adalah urat nadi yang selama ini tersumbat. Selama bertahun-tahun, warga Krangean mendambakan akses yang layak untuk mengangkut hasil bumi dan mengantar anak ke sekolah. Kini, di tangan dingin sinergi tanpa batas itu, dahan-dahan rintisan telah berubah menjadi hamparan beton yang menjanjikan masa depan lebih cerah.

Komandan SSK TMMD Reguler Ke-128, Kapten Cke Kamiyono, menyebut kolaborasi ini sebagai energi sakti.

“Kami tidak punya kata ‘libur’ sebelum jalan ini rampung. Tapi bukan hanya karena disiplin prajurit, melainkan karena semangat warga yang luar biasa. Mereka datang lebih pagi, pulang paling sore. Ini bukti bahwa TNI dan rakyat adalah rumah besar yang tak terpisahkan,” ujarnya di sela-sela memegang cetok, Senin (11/5/2026).

Warga pun tak mau kalah. Slamet (55), masyarakat setempat, mengaku getir sekaligus haru.

“Dulu, kalau hujan, jalan ini becek dan licin. Sekarang, lihat sendiri! Bapak-bapak TNI tidur di sini, makan sama kita. Mana mungkin kita tidak ikut tergerak? Ini bukan jalan biasa. Ini bukti negara hadir untuk warga kecil,” katanya.

TMMD di Krangean membuktikan bahwa program ini adalah ruang untuk mempertajam rasa persaudaraan. Di sela-sela pengadukan pasir dan pemasangan bekisting, lahir diskusi-diskusi kecil, tawa, hingga rencana masa depan desa.

Dengan program yang baik, meski dalam waktu singkat, optimisme merambat seperti butiran semen yang mengisi pori-pori tanah. Pembangunan jalan ini dipastikan selesai tepat waktu. Pekerjaan yang semula tampak berat, terasa ringan karena dikerjakan bersama. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT