pemkab muba
BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Bedah 100 Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

32
×

Pemko Payakumbuh Bedah 100 Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan bantuan peningkatan kualitas RTLH kepada 75 penerima
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan bantuan peningkatan kualitas RTLH kepada 75 penerima. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan membedah 100 rumah pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut diarahkan untuk menangani sebagian dari 847 RTLH dan backlog perumahan sebanyak 9.578 unit di daerah itu.

Dari 100 unit yang ditangani pada 2026, sebanyak 25 unit dibiayai melalui APBD Kota Payakumbuh dan 75 unit melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan bantuan peningkatan kualitas RTLH kepada 75 penerima yang tersebar di lima kecamatan di Kota Payakumbuh dalam kegiatan di Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kelurahan Ibuh, Selasa (11/8/2026).

“Rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh. Rumah adalah tempat tumbuhnya keluarga, tempat membangun harapan, serta fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera,” kata Zulmaeta.

Zulmaeta mengatakan dukungan TKD menunjukkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

“Saya berharap seluruh bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat dan keluarganya,” ujarnya.

Berdasarkan pemutakhiran data 2026, Kota Payakumbuh memiliki 36.845 unit rumah. Sebanyak 847 unit di antaranya masih masuk kategori RTLH, sedangkan backlog perumahan mencapai 9.578 unit.

Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan mengarahkan anggaran agar penanganan persoalan perumahan lebih tepat sasaran.

Zulmaeta mengatakan penyediaan hunian layak masih membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Ke depan, tantangan penyediaan rumah layak huni masih cukup besar. Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, lembaga sosial, maupun masyarakat,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT