Jawa TengahWisata

Selayang Pandang Siliwangi Hotel Semarang, Tetap Eksis Saat Pandemi

892
×

Selayang Pandang Siliwangi Hotel Semarang, Tetap Eksis Saat Pandemi

Sebarkan artikel ini
Siliwangi Hotel Semarang
Siliwangi Hotel Semarang.

SEMARANG, MJNews.ID – Sebelum masa pandemi Covid-19, Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah punya banyak destinasi wisata, cukup ramai dikunjungi para wisatawan. Namun sejak pandemi, industri pariwisata benar-benar jatuh terpuruk.
Dengan situasi semacam itu, otomatis berdampak pada bisnis dunia perhotelan Tanah Air.
Di dekat Tugu Adipura, tepatnya di Jalan Soegijipranoto Nomor 61 Semarang, dapat kita temui hotel yang cukup tua, yang merupakan hotel legendaris di Semarang.
Hotel yang sudah ada sejak 1969 tersebut, bernama Hotel Siliwangi, karena pada waktu itu, jalan di depan hotel tersebut bernama Jalan Siliwangi. Seiring berjalannya waktu, Jalan Siliwangi berpindah ke arah Kalibanteng ke barat.
Hotel tersebut hingga saat ini masih tetap eksis, bukan tanpa pesaing, ada 3 kompetitor.
“Kompetitor terberat berasal dari beberapa hotel yang mempunyai segmen pasar hampir sama, yaitu goverment, di mana tidak hanya wisatawan yang menginap di situ, akan tetapi juga mereka yang sedang dalam tugas dinas,” ujar Manager HRD, Sugiharto.
Sugiharto
Manager HRD Siliwangi Hotel, Sugiharto.

Letak hotel tersebut cukup strategis, dekat dengan pusat kota, dekat dengan ikon wisata Kota Lama, wisata misteri Lawang Sewu, juga Sam Poo Kong. Selain itu juga bersebelahan dengan supermarket terkenal. Mau ke bandara dan stasiun kereta juga dekat dan mudah.
Di lokasi tak jauh dari tempat tersebut, terlihat sungai banjir kanal barat, yang telah disulap menjadi salah satu destinasi wisata Jawa Tengah.
Pada malam hari kita bisa melihat dan menikmati air mancur warna-warni, yang terkenal dengan sebutan “Semarang bridge fountain”.
Hotel berbintang 3 ini cukup eksis hingga saat ini. Lokasi strategis dan suasana yang menyenangkan saja tidak cukup, namun ada usaha-usaha yang dilakukan pihak management, yaitu selalu ada upgrade kamar, direnovasi dan salah satunya masuk organisasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), sehingga selalu dapat info terbaru.
“Dalam masa pandemi, upaya-upaya yang dilakukan di antaranya menekan cost biaya listrik, tenaga, dan ada beberapa pengurangan fasilitas,” kata Sugiharto.
Saat ini, beberapa tempat wisata sudah mulai boleh dibuka kembali, kita berharap kondisi akan semakin membaik.
Manager HRD Hotel Siliwangi berharap tetap eksis dan untuk meningkatkan revenue sehingga balance, pertama bisa renovasi, kedua pelayanan ditingkatkan, dan yang terakhir meningkatkan kesejahteraan karyawan.
(ras)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *