![]() |
| Kondisi Puskesmas Pembantu Jorong Koto Tuo, Kenagarian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. |
Padang Panjang, MJNews.ID – Habis manis sepah dibuang. Ini kata yang pantas kita sematkan untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) Jorong Koto Tuo, Kenagarian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Nyaris dua tahun tidak beroperasi dan ditinggal bidan. Kondisi bangunan, dengan cat dinding yang mulai memudar, pekarangan halaman sudah ditumbuhi rumput liar. Kaca pintu, penuh debu karena sudah tahunan tidak dijamah tangan.
Miris dan memilukan, dua tahun tanpa penghuni, dapat dibayangkan bagaimana kondisi Pustu tersebut, jika kita lihat dari dekat. Bila kita runut jauh ke belakang, di era 80-an, Puskesmas Koto Tuo jadi referensi bagi pustu yang ada di Kecamatan X Koto. Pasalnya, pengelolaannya berada di tangan yang pas. Tiap hari, orang datang berobat, tidak hanya warga Koto Tuo tetapi merambah sampai ke Kecamatan X Koto.
Orang yang akan melahirkan di Pustu Koto Tuo, jika dikalkulsikan bisa mencapai puluhan tiap bulannya. Belum lagi, masyarakat sekitar dan masyarakat di luar Koto Tuo banyak datang berobat ke Puskesmas Pembantu Koto Tuo, semasa ditangani oleh Bidan Nidaul Husna atau yang lebih populer dipanggil dengan sebutan Bidan Des.
Itu dahulu, ketika pengeloloaanya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bidan yang ditugaskan tinggal di Puskesmas. Masa keemasan itu sudah berlalu, sudah puluhan berganti bidan kondisi Pustu malah memprihatinkan, dua tahun ditinggal tanpa ada pengelolaan.
Kesannya, Pemerintah Nagari Panyalaian dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar abai dengan aset dan kelangsungan Pustu. Dua tahun, bukan waktu yang singkat dengan keterasingan. Seharusnya, Pemkab Tanah Datar tahu akan kondisi berbagai Pustu yang ada di Kecamatan X Koto ini.
Hirarkinya, tidak ada alasan Pemkab untuk membiarkan asetnya terbengkalai sia-sia dia tanpa ada yang mengelola. Tiap tahun, Dinas Kesehatan sudah menganggarkan di APBD. Kenapa, bisa Pustu tidak ada bidannya?
“Jika begitu, alasan Pemkab tidak masuk di akal,” ujar Adrison, Dt. Parpatiah, MJNews di kediamannya, Jumat 27 Agustus 2021.
Selaku anak nagari, kita miris melihat fenomena ini. Tidak hanya, di Koto Tuo saja Pustu yang tidak punya bidan. Untuk itu, kita berharap di bawah duet kepemimpinan Bupati Eka Putra dan Richi Alpian permasalahan dihadapi dapat diatasi. Jika tidak, tentu mengejar Tanah Datar menjadi Kabupaten sehat tidak akan tercapai. Bila, lama lama keadaan seperti ini dibiarkan berlarut-larut.
Untungnya, Pustu Jorong Koto Tuo terletak di jalan nasional. Andai, pustu berlokasi jauh dari jalan nasional, bila ada warga yang mau melahirkan tentu akan susah.
“Bisa-bisa, melahirkan di atas mobil,” ujar Adrison.
“Sekali lagi, besar harapan kita kepada Duet Eka – Richi selaku orang nomor satu di Luhak Nan Tuo dapat menjawab kesusahan dihadapi Pustu Koto Tuo yang tidak punya bidan,” tukuk Adrison.
(mutia)






