pemkab muba
Sumatera Barat

Gubernur Sumbar Instruksikan Pemda Ikut Andil Kelola Sampah

202
×

Gubernur Sumbar Instruksikan Pemda Ikut Andil Kelola Sampah

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

PADANG, Mjnews.id – Menindaklanjuti upaya bersama pengelolaan sampah di lingkungan Provinsi Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta bersama Circular Connect Foundation dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka MoU tentang kerjasama Percepatan Investasi Pemanfaatan Sampah dengan Universitas Bung Hatta, Selasa 18 Januari 2022.
Kegiatan ini dilaksanakan secara memikat di Balairung Caraka Kampus Proklamator I melalui platform Zoom dan YouTube Universitas Bung Hatta TV.
Dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, FGD ini juga diikuti oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, H. Masri Hasyar, SH, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA, Ketua Edaran Connect, Suhendi, para dekan di lingkungan Universitas Bung Hatta, dan pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya Buya Mahyeldi menyampaikan tentang pengelolaan sampah di Sumbar merupakan PR bersama, bukan hanya masyarakat saja namun pemerintah pun harus andil dalam hal tersebut.
“Kalau pola pikir kita tentang sampah masih seperti yang lama, maka permasalahan sampah sampai saat ini tidak akan selesai. Oleh karena itu kita harus mengubah pola pikir kita,” tulisnya.
Buya Mahyeldi berharap dengan penyelenggaraannya kegiatan ini, akan lahir kebijakan tentang optimalisasi penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Padang dan di Sumatera Barat umumnya.
“Saya dan kita semua yang hadir di sini pasti berharap kegiatan ini akan mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berkualitas dalam penganganan permasalahan sampah. Sehingga pengelolaan sampah dapat dilaksanakan dengan efektif, bahkan tidak mungkin melahirkan peluang-peluang ekonomi yang baru,” tambahan.
Hal ini, Dubes RI untuk Nowergia, Todung Mulya Lubis, memaparkan bahwa pemanfaatan sampah ini harus dilakukan secara holistik. Pendekatan holistik ini melibatkan semua pemangku kepentingan, pemangku kepentingan, pemerintah, dan dunia usaha.
“Saya betul-betul berharap semua pemangku kepentingan akan mendukung dan bersama-sama bergandengan tangan menyukseskan proyek ini. Semoga Provinsi Sumbar menjadi panutan untuk provinsi-provinsi lainnya,” harapnya.
Dalam FGD tersebut dibahas juga tentang masalah pemanfaatan sampah untuk diolah dengan prosedur yang baik. Kemudian, optimalisasi pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui program digital platform untuk memilih sampah rumah tangga, pasar, perkantoran, dan industri. Di samping itu, dibahas seputar pemilahan sampah berdasarkan warna kantong plastik serta transportasi.
(mmc)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *