Mjnews.id – Beratnya perjuangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih setara 30 liter per detik bagi Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM Kota Sawahlunto harus membayarkan sebanyak Rp300 juta per bulan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pasalnya, PDAM ini harus menarik/menyedot air permukaan dari Sungai Batang Lunto setinggi 400 meter, dan mengalirkan air dari Sungai Batang Ombilin dengan jarak sekira 2 kilometer.
Hal ini dikatakan Direktur PDAM Kota Sawahlunto, Arifman, saat diwawancarai awak media ini di kantornya, Kamis 23 November 2023.
Lanjutnya, terdapat sebanyak 9.140 sambungan rumah pelanggan, penggunaan energi paling besar dengan pasokan listrik PLN mencapai ratusan juta per bulan.
Sedangkan pendapatan PDAM ini juga rata-rata dengan per bulannya hanya Rp650 juta. Target pendapatan PDAM kota arang sekira Rp7 miliar tahun 2023 ini.
“Alhamdulillah, pencapaian per 1 Juni tahun ini sudah tercapai sebanyak Rp4 miliar. Artinya, gambaran target pencapaian bisa penuh dan bahkan lebih dalam tahun ini pula”, ujarnya.
Terkait ini juga pembiayaan totalitas perbaikan PDAM Kota Sawahlunto menelan anggaran pada tahun ini dan bahkan tahun lalu belum bisa diekspose karena belum dirincikannya.
“Sementara itu kebocoran air PDAM mencapai sekira 39 persen karena banyak tanah bergerak, kita menggunakan pipa tekanan tinggi”, imbuhnya.
Termasuk alat penjernihan air perusahaan milik Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto menggunakan PAC Pollyalumunium Chlored dan Kaporit guna penjernihan air.
“Sampai sekarang posisi PDAM ini masih merugi pada tahun lalu (2022) lalu setara dengan Rp200 juta dengan konotasinya PDAM masih merugi, sampai dengan tahun 2023 ini juga masih kategori merugilah”, ulasnya.
“Sementara kenaikan tarif pelanggan sudah 10 tahun, tetapi rencana penyesuaian tarif tetap ada namun belum kita hitung dengan tujuan supaya minus bisa tertutupi. Inilah salah satunya langkah yang bisa dilakukan guna penyesuaian minus PDAM Kota Sawahlunto”, pungkasnya.
(Obral)












