BeritaKabupaten Asahan

Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan 6 Kecamatan di Asahan Dilantik Secara Massal

552
×

Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan 6 Kecamatan di Asahan Dilantik Secara Massal

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan 6 Kecamatan di Kabupaten Asahan
Pelantikan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan 6 Kecamatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (f/ist)

Mjnews.id – Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di 6 kecamatan, yakni, Kecamatan Aek Kuasan, Aek Songsongan, Aek Ledong, Rahuning, Pulau Rakyat, dan Kecamatan Aek Ledong dilantik secara massal oleh Ketua FPK Kabupaten Asahan di aula Kantor Camat Pulau Rakyat, Kamis 23 Mei 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 56 orang peserta dari berbagai budaya dan etnis dan dihadiri Camat di 6 kecamatan tersebut serta pengurus FPK Kabupaten Asahan

ADVERTISEMENT

Camat Pulau Rakyat, M. Syarif AR, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih Kecamatan Pulau Rakyat ditunjuk sebagai tuan rumah pelantikan FPK sebanyak 6 kecamatan ini.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat terpelihara kerukunan serta dilestarikannya nilai sosial budaya dalam mengembangkan kehidupan demokrasi, agar terwujud upaya peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa yang nyata.

“FPK diharapkan mampu menjaga dan memelihara keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap tegaknya kedaulatan NKRI”, ujar Camat.

Sementara Ketua FPK Kabupaten Asahan, Supriyanto, mengajak semua elemen bangsa untuk terus menjalin tali persaudaraan dan menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya mengajak semua elemen bangsa untuk terus menjalin tali persaudaraan dan menegakkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia”, ucapnya.

Selanjutnya, Supriyanto yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mengatakan, kehadiran FPK sangat dibutuhkan untuk kebutuhan NKRI yang sangat rentan terhadap konflik. Perlu pembauran antar suku agar fanatisme kesukuan tidak memicu konflik.

“Sekecil apa pun persoalan sosial harus segera terselesaikan agar tidak menjadi besar,” ujar Supriyanto.

(isn)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT