Mjnews.id – Sebuah video viral di TikTok menampilkan dugaan pelatihan saksi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Blitar yang diselenggarakan di ruang kelas sebuah sekolah agama Buddha di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun. Video ini menghebohkan warganet, terutama karena menunjukkan keberadaan seseorang yang diduga merupakan pengurus salah satu partai politik di kecamatan tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa peserta pelatihan duduk di dalam ruang kelas dengan kursi dan meja yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah agama Buddha tersebut. Video ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan publik dan mendorong warganet untuk mempertanyakan keterlibatan partai politik tertentu dalam persiapan pelatihan saksi pilkada di lokasi yang tidak biasa ini.
Menurut informasi yang beredar, acara pelatihan saksi tersebut diduga melibatkan seorang pengurus partai politik yang cukup dikenal di Kecamatan Binangun. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait independensi dan transparansi dari kegiatan pelatihan saksi tersebut, terlebih dengan latar belakang tempat yang tidak lazim bagi kegiatan politik.
Pihak sekolah agama Buddha di Desa Ngembul sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait izin penggunaan ruang kelas untuk kegiatan tersebut. Sejauh ini, pemerintah setempat maupun badan pengawas pemilu di Kabupaten Blitar juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keabsahan atau status hukum dari acara tersebut.
Netizen pun beragam dalam menanggapi video tersebut. Beberapa mempertanyakan etika pemanfaatan fasilitas pendidikan untuk acara politik, sementara yang lain menyoroti potensi penyalahgunaan pengaruh partai dalam proses pemilu di Kabupaten Blitar.
Hingga kini, isu ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, dan publik menantikan klarifikasi dari pihak terkait untuk menjelaskan latar belakang dan izin penggunaan fasilitas sekolah agama Buddha sebagai tempat pelatihan saksi pilkada tersebut. (*)






