Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan, 104 kelurahan dengan jumlah penduduk hampir 1 juta, jauh berbeda dengan Kota Padang Panjang.
“Kota Padang ini penduduknya hampir 1 juta. Untuk itu, perlu kepemimpinan yang berkolaborasi,” katanya.
Muhammad Iqbal menegaskan, untuk membangun Kota Padang harus melakukan pengentasan kemiskinan, BPJS gratis bagi warga kota dan lainnya.
“Hari ini ternyata, Kota Padangpanjang kemiskinan masih tinggi. Apa yang mau dibanggakan?” tegas Muhammad Iqbal menyentil Fadly Amran yang pernah menjadi Walikota Padangpanjang periode 2018-2023.
Sebaliknya, Cawako Muhammad Iqbal malah mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Hendri Septa selama kepemimpinannya di Kota Padang menyambung kepemimpinan Buya Mahyeldi, di tengah bencana dunia melanda, Covid-19.
Tapi, jelas Muhammad Iqbal lagi, perlu ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat, misalnya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dalam mengurangi risiko bencana di Kota Padang.
Termasuk juga, kata Muhammad Iqbal, melibatkan pendidikan kebencanaan, literasi bencana, sehingga ketika bencana terjadi, warga kota sudah siap.
Bagi paslon nomor urut 2 ini, kesiapsiagaan menghadapi bencana termasuk yang penting dilakukan.
“Bagaimana siswa, mahasiswa, kelompok-kelompok kebencanaan siap menghadapi bencana,” terangnya.
Merespon Muhammad Iqbal, calon Wakil Wali Kota nomor urut 3, Hidayat yang berpasangan dengan cawako Hendri Septa, memuji literasi kebencanaan Muhammad Iqbal.
Selanjutnya Paslon nomor urut 3, Hendri Septa dan Hidayat mengatakan bahwa lawan mereka baru hanya akan melakukan yang terbaik sedangkan dirinya sudah berbuat hal tersebut.
“Itu semua sudah kami lakukan dan selesaikan dengan baik. Kami komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang lebih baik, mewujudkan Kota Padang yang metropolitan, maju berazaskan keimanan dan ketaqwaan,” ujarnya.












