BeritaSolok Selatan

PT SEML Adakan Public Konsultasi Sosialisasi Pengembangan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2

898
×

PT SEML Adakan Public Konsultasi Sosialisasi Pengembangan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2

Sebarkan artikel ini
PT SEML Adakan Public Konsultasi Sosialisasi Pengembangan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2
PT SEML Adakan Public Konsultasi Sosialisasi Pengembangan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2. (f/pemkab)

Mjnews.id – Bertempat di Gedung GOR Gelora Energy Pekonina, Selasa (18/2/2025), PT. SEML adakan Publik Konsultasi Sosialisasi Pengembangan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 dengan menghadirkan elemen masyarakat, pemilik lahan, juga hadir pemangku kepentingan dan Wali Nagari tiga kecamatan ditambah Nagari Lubuk Gadang Tenggara, serta sejumlah LSM Nasional dan Lokal.

Sementara pihak Pemerintah provinsi dihadiri oleh Kabid Energy Provinsi Sumatera Barat, sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dihadiri oleh Asisten 3 Irwanesa, OPD terkait, Camat serta Komite Nagari.

ADVERTISEMENT

Ketua Komite SEML Apriadi Yusri dalam kesepakatannya menyampaikan bahwa Komite nagari dalam kegiatan ini mendukung dan mensuport kegiatan yang digelar oleh PT SEML ini.

“Kami dari komite sangat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan pihak perusahaan bersama masyarakat,” tegasnya.

Senior Manager Business Relation dan General Affairs PT SEML, Ismoyo Argo dalam pemaparannya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang telah memberikan dukungan penuh kepada perusahaan kami, kami berada di sini sejak tahun 2008 Alhamdulillah dalam kondisi aman dan nyaman.

Masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang semangat dan selalu berkolaborasi dan bersinergi bersama PT.SEML,tanpa adanya kolaborasi dan sinergisitas dari masyarakat tentu saja tidak bisa membangun dan tidak bisa menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

“Jadi kuncinya adalah kolaborasi dan sinergisitas yang perlu kita jaga dan kita tingkatkan,” kata Ismoyo.

Tapi saya ingin menyampaikan sedikit tahap dua ini kurang lebih tepatnya sama 80 megawat dan pembangunannya Insya Allah akan memakan waktu 30 bulan semenjak notif atau persetujuan dimulainya pekerjaan.

Sementara itu kontraktor yang akan melakukan semua proses pekerjaan akan dikerjakan perusahaan IKPP supaya gampang melaksanakan pekerjaan mari kolaborasi dengan IKPP.

“Insya Allah pekerjaan ini selama 30 bulan akan rampung nanti di tahun 2027. Nah, pembangunannya ini tentu nanti pihak IKPP itu tidak bisa sendiri nanti akan membutuhkan dukungan baik itu tenaga kerja lokal, maupun kontraktor lokal yang bisa mendukung pekerjaan dengan persyaratan-persyaratan yang ada,” kata Ismoyo.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT