BeritaKemensosNasional

Salurkan 10.000 Paket Bantuan Seragam, Wamensos: Semua Anak Harus Sekolah

676
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa SDS Kresna, Cililitan, Jakarta Timur
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa SDS Kresna, Cililitan, Jakarta Timur. (f/humas)

Mjnews.id – Pendidikan merupakan hak setiap warga negara termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tidak boleh ada satupun anak yang tidak sekolah karena faktor kesulitan ekonomi.

Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono saat menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa SDS Kresna, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (18/6/2025).

ADVERTISEMENT

“Hari ini kita datang ke SDS Kresna Cililitan, secara simbolik memberikan bantuan (seragam) untuk anak-anak sekolah yang keluarganya kurang mampu,” kata Agus Jabo didampingi oleh Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya, Ketua Pengurus Yayasan Amanah Bangun Negeri Zuraida Murdia Hamdie, Ketua Forum CSR Indonesia Mahir Bayasut, serta Kepala Sekolah SDS Kresna Achmad Muharrom.

Program bantuan seragam bertajuk “Satu Seragam Sejuta Harapan” ini diinisiasi oleh PT Alamtri Resources Indonesia diwakili oleh Yayasan Amanah Bangun Negeri bekerjasama dengan Forum CSR Indonesia.

Sejumlah 10.000 paket seragam dengan total nilai bantuan 12 miliar rupiah yang berisi seragam putih merah, seragam pramuka, sepatu, tas, serta alat tulis akan disalurkan ke seluruh Indonesia dan hari ini 200 paket seragam disalurkan di empat sekolah di Jakarta.

“Bantuan itu diorganisir oleh kawan-kawan Forum CSR Indonesia yang didukung oleh Alamtri, nilai bantuannya per item itu 1,2 juta rupiah untuk 10 ribu siswa,” ujar Agus Jabo.

Ia menyebutkan bahwa program ini merupakan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan swasta dalam rangka mendukung pendidikan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kita berharap ke depan di bawah Pak Prabowo dan Pak Gibran, tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah, yang kaya, yang kurang mampu, yang tidak mampu, semua harus sekolah,” pungkasnya.

Exit mobile version