Berita

Wakil Ketua DPRD Blitar Hadiri Apel Pemberangkatan Satgas Yonif 511/DY ke Papua, Sampaikan Pesan Bermakna untuk Prajurit

280
×

Wakil Ketua DPRD Blitar Hadiri Apel Pemberangkatan Satgas Yonif 511/DY ke Papua, Sampaikan Pesan Bermakna untuk Prajurit

Sebarkan artikel ini
ratna
Wakil Ketua DPRD Blitar Hadiri Apel Pemberangkatan Satgas Yonif 511/DY ke Papua

Mjnews.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Hj. Ratna Dewi Nirwanasari, menghadiri apel pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Yonif 511/DY yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini (Pamtas RI-PNG) Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Yonif 511/DY, Kota Blitar, pada Minggu pagi (15/6/2025) dengan suasana penuh semangat dan haru.

Dalam sambutannya, Ratna Dewi menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi setiap prajurit. Ia menegaskan bahwa tugas di wilayah perbatasan tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan strategi militer, tetapi juga integritas, disiplin, dan kemampuan beradaptasi dengan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

“Tugas operasi ini adalah sebuah penghargaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Sebagai prajurit sejati, jaga kehormatan diri dan satuan dalam setiap langkah,” tutur Ratna Dewi di hadapan para prajurit Yonif 511/DY yang dikenal dengan julukan “Badak Hitam.”

Ratna Dewi menekankan pentingnya mental tangguh sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di medan tugas. “Mental tangguh bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi motivasi, tekad, dan semangat untuk berbuat dan berkarya. Dengan itu, prajurit akan mampu menjalankan tugas secara maksimal dalam menjaga perbatasan NKRI,” ujarnya.

Selain kesiapan fisik dan mental, Ratna Dewi juga berpesan agar prajurit bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi, terutama media sosial. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat cepat, dinamis, dan membawa dampak besar jika tidak digunakan dengan bijak.

“Gunakan media sosial secara positif untuk mendukung tugas kalian. Jangan sampai menjadi bumerang yang justru merugikan diri sendiri, satuan, maupun bangsa. Jaga informasi dan komunikasi yang keluar, karena kalian adalah representasi negara di perbatasan,” imbuhnya.

Ratna Dewi mengingatkan bahwa tugas pengamanan perbatasan memiliki dimensi sosial yang tidak kalah penting dibandingkan tugas militer. Menurutnya, prajurit harus mampu menjadi agen perubahan yang membantu pembinaan masyarakat lokal, menjaga stabilitas wilayah, sekaligus mempererat persatuan bangsa.

“Penugasan ke daerah operasi bukan hanya soal strategi militer. Ini juga tentang pengabdian sosial dan kemanusiaan. Jalin hubungan harmonis dengan masyarakat setempat, hormati adat istiadat, dan jadilah teladan yang membawa pengaruh positif,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar prajurit senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan sesuai keyakinan masing-masing. “Jangan lupa beribadah, karena dengan iman dan takwa kalian akan menjadi prajurit yang nasionalis, cinta tanah air, sehat fisik dan mental, serta berjiwa militansi yang kuat,” ungkapnya penuh harap.

Apel pemberangkatan ini diikuti oleh ratusan personel Yonif 511/DY yang akan bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI. Suasana apel berlangsung penuh disiplin namun terasa haru ketika para keluarga prajurit hadir untuk memberikan doa dan dukungan moral sebelum keberangkatan.

“Penugasan ini adalah wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian, dan kehormatan. Selamat bertugas, doa kami seluruh rakyat Indonesia menyertai langkah kalian,” pungkas Ratna Dewi.

Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Wali Kota Blitar, Bupati Blitar, Kapolres Blitar, Kapolres Blitar Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten dan Kota Blitar, Ketua Pengadilan Negeri Blitar, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan penuh kepada para prajurit yang akan melaksanakan tugas negara.

Pemberangkatan Satgas Yonif 511/DY ke Papua ini diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan perbatasan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah penugasan, sehingga keutuhan NKRI tetap terjaga. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT