Ia mengajak seluruh pihak memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kualitas layanan Puskesmas dan rumah sakit, serta menyusun langkah intervensi berbasis bukti dari data maternal, neonatal, dan stunting yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut.
“Mari kuatkan peran keluarga, kader, dan tokoh masyarakat dalam mencegah stunting dan kematian ibu-bayi. Komitmen dan integritas kita hari ini adalah penentu masa depan anak-anak kita,” ajaknya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oskar Hidayat, SSTP, M.Si, memaparkan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyatukan persepsi dan langkah antar-sektor.
Ia menyampaikan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk menginformasikan kondisi terkini kasus kematian maternal dan neonatal di Kabupaten Sijunjung dan, menganalisis akar masalah dan pembelajaran dari setiap kasus kematian.
Selain itu, juga menyajikan hasil pengukuran stunting berdasarkan SSGI dan surveilans gizi daerah serta memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan AKI, AKB, dan prevalensi stunting
“Dengan data yang kuat dan langkah yang tepat, kita berharap respons terhadap setiap kasus menjadi lebih cepat, intervensi lebih terarah, dan kolaborasi antar-sektor semakin solid,” jelas Harry.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi konkret dan terukur agar setiap temuan di lapangan dapat diatasi secara efektif.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung, Pemerintah Kabupaten Sijunjung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas, responsif, dan berorientasi pada penyelamatan nyawa ibu, bayi, serta masa depan generasi Sijunjung yang bebas stunting.
(tri)












