BeritaSumatera Barat

Pemprov Jambi Salurkan Bantuan Bencana, Gubernur Sumbar: Terima Kasih!

79
×

Pemprov Jambi Salurkan Bantuan Bencana, Gubernur Sumbar: Terima Kasih!

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jambi Salurkan Bantuan Bencana
Pemprov Jambi Salurkan Bantuan Bencana. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi berupa dana sebesar Rp500 juta serta beras sebanyak 10.000 kilogram. Bantuan beras tersebut telah langsung disalurkan kepada masyarakat terdampak di Solok.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri rombongan dari Kabupaten Bungo, Kepala Badan Pangan, Kominfo, serta sejumlah pejabat dari Provinsi Jambi.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Pemerintah Provinsi Jambi beserta seluruh masyarakatnya.

Menurutnya, bantuan ini sangat berarti untuk mempercepat pelaksanaan masa tanggap darurat yang berlangsung hingga 22 Desember 2025.

“Dengan bantuan ini, mudah-mudahan proses tanggap darurat bisa berjalan lebih cepat. Saat ini kami juga sudah mulai merencanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Siang tadi bahkan sudah mulai dilakukan rapat untuk itu,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini total kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sumatera Barat mencapai lebih dari Rp5,2 triliun. Angka tersebut baru mencakup kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, dan diperkirakan masih akan bertambah.

Data korban juga menunjukkan dampak yang sangat besar. Tercatat sebanyak 244 orang meninggal dunia, 86 orang dinyatakan hilang, dan sekitar 296.307 jiwa terdampak di 16 kabupaten dan kota, dengan 13 daerah di antaranya mengalami dampak paling berat.

Untuk kerusakan bangunan, rumah rusak berat tercatat sebanyak 1.891 unit, rusak sedang sekitar 2.963 unit, dan rusak ringan sekitar 6.947 unit. Selain itu, terdapat 41.751 rumah terendam, serta 773 rumah dinyatakan hilang tanpa bekas akibat tersapu material banjir.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, di antaranya 153 rumah ibadah, 45 fasilitas kesehatan, 28 kantor, serta 437 sekolah.

Mahyeldi menyebut, dampak bencana kali ini terasa lebih berat dibandingkan gempa, karena banyak bangunan yang benar-benar hilang dan hanya menyisakan tanah kosong.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT