Selain itu, dampak sosial juga dirasakan pada sektor pertanian. Sekitar 7.657 hektare sawah, lahan kering, kebun, dan kolam terdampak akibat tertimbun material berupa batu, kerikil, dan tanah. Kondisi ini disebabkan sungai-sungai yang penuh material sehingga air meluap ke kiri dan kanan.
Mahyeldi juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah turun langsung ke lokasi. Presiden, Wakil Presiden, Menko PMK, BNPB, BPBD, dan pihak terkait lainnya telah melihat langsung kondisi di lapangan.
Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi atas atensi dan kepedulian yang diberikan. Kami mendoakan agar provinsi Jambi jauh dari bencana,” ucapnya.
Sementara Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan bahwa kedatangannya ke Sumatera Barat merupakan bentuk kepedulian sebagai saudara dan tetangga.
Warga Jambi Bergotongroyong Kumpulkan Bantuan
Al Haris menegaskan hubungan antara Jambi dan Sumatera Barat tidak bisa dipisahkan, baik secara sejarah maupun kekeluargaan.
“Bantuan ini adalah gotong royong dari keluarga besar di Jambi untuk saudara-saudara kami di Sumatera Barat. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan pengalaman Gubernur Mahyeldi, solidnya OPD, serta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi lain, penanganan bencana ini dapat dilalui dengan baik.
Bantuan yang diserahkan tersebut terdiri dari dana Rp500 juta serta 10 ton beras, yang bersumber dari pemerintah daerah, BTT, Baznas, dan partisipasi masyarakat Jambi.
(adpsb)












