BeritaJawa TengahParlemen

Amelia Anggraini Berharap Pelaku UMKM Mendalami Empat Pilar Kebangsaan

73
×

Amelia Anggraini Berharap Pelaku UMKM Mendalami Empat Pilar Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Anggota MPR RI Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini dalam acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjarnegara
Anggota MPR RI Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini dalam acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjarnegara. (f/ist)

Mjnews.id – Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya dibahas dalam konteks besar sebagai negara, tetapi dapat merakyat dalam kegiatan ekonomi rakyat seperti UMKM. Seperti Pancasila yang mengajarkan kejujuran, etika dan kepedulian sosial, maka pelaku UMKM harus berwirausaha dengan semangat Pancasila.

“Empat pilar kebangsaan itu hidup dan berdenyut dalam ekonomi rakyat. Salah satunya, UMKM sebagai wajah kemandirian bangsa. Dalam Pancasila misalnya, kita diajarkan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Ketika usaha dijalankan dengan etika, kejujuran, dan kepedulian sosial, maka Pancasila bekerja dalam praktik ekonomi rakyat” jelas Anggota MPR RI Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini dalam acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin, 15 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

Amelia menyebutkan bahwa dalam UUD 1945 ditegaskan salah satu peran negara untuk melindungi dan memberdayakan ekonomi rakyat. Dalam konteks UMKM, peran itu dijalankan dengan memberikan bantuan modal, pelatihan dan melindungi pelaku usaha UMKM dari persaingan yang tidak adil.

“UMKM Banjarnegara sangat penting dalam ekonomi bangsa. Sebab pembangunan daerah akan berjalan jika pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan usaha” tegasnya.

Pada dasarnya setiap produk UMKM lokal adalah bagian dari kekuatan ekonomi nasional. Dalam UMKM juga perlu mendukung nilai kebhinnekaan, sebab umumnya UMKM tumbuh dari keragaman rasa, budaya, tradisi, dan kreativitas.

“Ketika kita bangga menggunakan dan memasarkan produk Banjarnegara, maka kita sedang memperkuat ekonomi Indonesia dari daerah. Di UMKM sering ada perbedaan, persaingan dan kompetisi, itu wajar dan bukan penghalang. Tapi jadikan perbedaan sebagai nilai tambah yang membuat produk lokal punya identitas dan daya saing,” tutupnya.

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT