Perwakilan ASPILA, Azwar Anas, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan masyarakat sejak jembatan roboh. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil langkah konkret membangun jembatan permanen yang aman dan layak.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini menjadi prioritas. Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, pendidikan anak-anak, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Azwar Anas juga mengapresiasi langkah Endarmy yang turun langsung ke lapangan dan berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi dalam program pembangunan daerah.
(hpr)












