Dalam menunjang pelaksanaan kegiatan, panitia menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, antara lain lapangan sebagai lokasi kegiatan, terpal, meja, kursi, tensimeter, timbangan, pita ukur, pengukur tinggi badan, serta alat pemeriksaan laboratorium seperti EasyTouch, strip gula darah, strip kolesterol, strip asam urat, alcohol swab, blood lancet, dan sarung tangan medis. Panitia juga membagikan leaflet edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai media informasi tambahan.
Meski kegiatan berjalan dengan lancar, panitia mencatat adanya kendala dalam pelaksanaan, khususnya terkait rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif. Hal ini disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang sebagian besar bekerja di ladang pada waktu pelaksanaan kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, panitia memberikan sejumlah saran dan solusi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan Medical Check Up pada waktu yang lebih fleksibel, seperti sore hari atau hari libur, agar tidak berbenturan dengan jam kerja masyarakat. Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif dan merata mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya bagi masyarakat usia produktif.
Penanggung jawab kegiatan lainnya, Alvianti, menambahkan bahwa peran perangkat nagari dan kader kesehatan sangat penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Sosialisasi ke depan bisa dilakukan melalui perangkat nagari, kader kesehatan, serta media informasi seperti pengumuman di masjid atau baliho agar informasi kegiatan dapat tersampaikan dengan lebih luas dan menarik minat masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan Medical Check Up ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap dapat berkontribusi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Nagari Sariak Laweh serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
(Ghina Rufa’uda)












