Mjnews.id – Tingkatkan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tahap II di wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus dikebut. Jembatan yang menghubungkan Kampung Rumbia RT 05 RW 08 Desa Sukarame dengan Kampung Cibutak RT 01 RW 03 Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, ini melintasi Sungai Citarum dengan lebar 25 meter dan kedalaman 2 meter, serta memiliki panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter.
Pada hari Minggu, 22 Februari 2026, berbagai kegiatan konstruksi terus dilaksanakan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Sejak pukul 07.00 WIB, tim dan personel terkait fokus pada penyelesaian berbagai tahapan penting.
Hingga saat ini, pekerjaan droping material telah mencapai 71 persen, memastikan ketersediaan bahan baku yang cukup untuk kelanjutan proyek. Pembersihan lokasi telah rampung 100 persen, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif. Pemasangan bouplang juga telah selesai 100 persen, menjadi acuan penting dalam ketepatan pembangunan struktur jembatan.
Proses pembesian footplate/besplate telah mencapai 23 persen, memperkuat fondasi jembatan agar mampu menahan beban yang akan dilaluinya. Pengerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah telah tuntas 100 persen, menjadi titik tumpu utama bagi kekuatan jembatan gantung. Sementara itu, pengecoran pondasi telah mencapai 51 persen, dan pembuatan garpu dan anchor telah mencapai 31 persen, menunjukkan progres yang baik dalam pembangunan struktur utama jembatan.
Meskipun beberapa tahapan seperti pemasangan papan dan ram kawat, pemasangan plang anjuran dan identitas jembatan, pembentangan seling, pemotongan besi landasan bawah, dan pengecatan masih dalam tahap perencanaan, namun secara keseluruhan progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tahap II ini telah mencapai 33,4 persen.
Jembatan gantung menghubungkan 2 kampung
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan terhubungnya kedua kampung, aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah akan semakin meningkat, mempermudah aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya. Masyarakat akan lebih mudah berinteraksi, berdagang, dan mengakses berbagai fasilitas yang tersedia di kedua desa. Jembatan ini diharapkan menjadi simbol kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
(*)












