BeritaKabupaten Sijunjung

Sorot Pegawai Tidak Hadir Tanpa Keterangan Usai Libur Idulfitri, Bupati Sijunjung Minta BKPSDM Berikan Teguran Tertulis

45
×

Sorot Pegawai Tidak Hadir Tanpa Keterangan Usai Libur Idulfitri, Bupati Sijunjung Minta BKPSDM Berikan Teguran Tertulis

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sijunjung menggelar apel organik perdana usai libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan M. Yamin Muaro
Pemkab Sijunjung menggelar apel organik perdana usai libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan M. Yamin Muaro. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Sijunjung menggelar apel organik perdana usai libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan M. Yamin Muaro, Senin (30/3/2026).

Apel ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali disiplin dan semangat kerja aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, dan dihadiri Wakil Bupati Iraddatillah, Penjabat Sekretaris Daerah Jaheri, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sijunjung.

Dalam arahannya, Bupati Benny menyoroti masih adanya pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan dalam apel tersebut. Ia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera menindaklanjuti dengan memberikan teguran tertulis kepada pegawai yang melanggar disiplin.

“Evaluasi apel pagi ini masih ada yang tidak hadir tanpa keterangan. Orangnya itu-itu saja. Ke depan, saya minta BKPSDM menindaklanjuti dengan teguran tertulis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga etika kerja, termasuk meminta izin kepada pimpinan jika harus meninggalkan kantor. Menurutnya, perilaku santai di luar kantor saat jam kerja dapat mencoreng citra aparatur di mata masyarakat.

“Kita digaji untuk bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada alasan tidak ada pekerjaan, tidak ada yang santai-santai di kantin atau di luar kantor,” ujarnya.

Dalam suasana pascalebaran, Bupati turut menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama bulan suci Ramadan, seperti disiplin, kejujuran, dan kesederhanaan, dapat diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

Bupati juga mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan, terutama akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada keuangan daerah.

“Ini tahun terberat yang kita jalani. Efisiensi di level ekstrem memaksa kita mencari alternatif agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan tetap maksimal,” ungkapnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT