Risnaldi mengaku sangat sedih daerah ini masuk daerah miskin. Padahal, Pessel memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup besar, baik itu laut, hutan dan pertanian.
“Sekarang masih miskin. Kenapa seperti ini? Apa pemerintah tidak mengurus, atau SDA ini benar- benar ada atau tidak ada. Atau masyarakat yang belum siap mengolah SDA yang ada?” tanya Risnaldi.
Untuk membangun Pessel yang memiliki potensi SDA, perlu optimisme, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga perantau. Pembangunan di Pessel yang dilakukan Pemkab Pessel tidak hanya keluar dari kemiskinan tetapi juga kesehatan dan pendidikan.
Risnaldi pada kesempatan itu juga meminta dukungan perantau terhadap dunia investasi di Pessel. Saat ini menurutnya cukup banyak investor yang berinvestasi di sector pariwisata di pessel. Khususnya di kawasan wisata Mandeh.
“Akan banyak investor yang masuk ke Mandeh. Karena itu kita butuh dukunngan dari perantau agar semuanya berjalan dengan baik,” harapnya.
Ketua DPW PKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur mengakui, Halal Bihalal yang dilaksanakan hari ini sangat ramai dihadiri perantau. Hal ini membuatnya rindu suasana Halal Bihalal tahun 2007 silam. Di mana saat itu cukup ramai perantau berkumpul seperti sekarang.
Pertemuan digelar di Gedung Serbaguna DPW PKPS Sumbar ini, sekaligus menyampaikan informasi kepada perantau bahwa, DPW PKPS Sumbar memiliki gedung di Padang yang representatif untuk baiyo batido, berkumpul dan bersilaturahmi.
“Kita berkumpul di sini juga sekaligus ingin perlihatkan gedung ini masih banyak kekurangan. Pembangunan lantai 2 gedung ini belum selesai. Gedung ini dibangun swadaya Tokoh dan Masyarakat Pessel. Kami titip kepada Bupati Pessel agar ada kelanjutan pembangunan gedung ini untuk lantai 2,” harapnya.
(*)












