Mjnews.id – Asap tipis dari bara ikan bakar mengepul perlahan di Warung Jang Karim Sungai Nili, Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya, Rabu siang (15/04/2026).
Di antara aroma bumbu yang menggoda, tawa dan sapaan hangat mengalir tanpa sekat. Para wartawan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Dharmasraya berkumpul bukan untuk meliput, tetapi untuk merawat sesuatu yang lebih dalam, kebersamaan.
Pasca riuhnya Ramadan dan gema takbir Idulfitri, momen halal bihalal ini menjadi jeda yang menenangkan. Di meja-meja sederhana, tak ada jarak antara pengurus dan anggota. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang terasa akrab, seolah waktu memperlambat langkahnya.
Koordinator Sekber, Ridwan Syarif, menyadari betul arti pertemuan itu. Dalam suasana santai namun sarat makna, ia mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata terletak pada program, melainkan pada rasa saling memiliki.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ini adalah ruang untuk kita kembali menyatukan hati, menjaga kekompakan, dan memperkuat rasa kekeluargaan,” ujarnya, disambut anggukan para anggota.
Di tengah dinamika profesi yang kerap menuntut kecepatan dan ketajaman, Ridwan menilai komunikasi menjadi fondasi yang tak boleh retak. Baginya, pertemuan seperti ini adalah cara sederhana namun penting untuk merawat kepercayaan satu sama lain.
Hal senada disampaikan Humas Sekber, Habibi. Ia melihat halal bihalal sebagai jembatan yang menyambung kembali hubungan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan masing-masing.
“Di sinilah kita kembali dekat. Saling memaafkan, berbagi cerita, dan menguatkan lagi rasa kebersamaan yang jadi roh organisasi,” katanya.
Tak ada agenda kaku. Hanya obrolan ringan, canda yang pecah di sela suapan, dan jabat tangan yang terasa lebih hangat dari biasanya. Namun justru dari kesederhanaan itulah, makna kebersamaan tumbuh kuat.
Sekber Dharmasraya keluarga yang dipersatukan
Siang itu, di bawah langit Dharmasraya yang teduh, Sekber bukan sekadar wadah profesi. Ia menjelma menjadi keluarga yang dipersatukan bukan hanya oleh kerja, tetapi juga oleh rasa.
Dan dari pertemuan sederhana di warung ikan bakar itu, satu hal terasa jelas, kebersamaan, jika terus dirawat, akan menjadi kekuatan yang tak mudah goyah.
(Sutan)












