BeritaJawa TengahTNI

Lintas Seragam Bersatu dalam Pembangunan TMMD ke-128 di Desa Krangean

24
×

Lintas Seragam Bersatu dalam Pembangunan TMMD ke-128 di Desa Krangean

Sebarkan artikel ini
Lintas Seragam dalam pembangunan TMMD ke-128 di Krangean
Lintas Seragam dalam pembangunan TMMD ke-128 di Krangean. (f/pendim)

Mjnews.id – Di tengah riuh suara molen dan derap langkah warga di Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Minggu (3/5/2026) pagi, ada satu pemandangan yang terasa berbeda dalam proses pembangunan infrastruktur TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. Di antara seragam loreng TNI dan pakaian kerja warga, tampak sosok berseragam BPBD yang turut sibuk mengangkat ember berisi adonan cor, mereka terlihat menyatu dalam satu ritme gotong royong.

Tak ada jarak, tak ada pembeda. Semua bergerak dalam satu irama untuk membangun jalan desa melalui program TMMD. Di sinilah, kebersamaan itu terasa nyata, ketika berbagai unsur hadir bukan hanya untuk melihat, tetapi benar-benar terlibat.

ADVERTISEMENT

Adalah Budi, salah satu anggota BPBD Purbalingga, pagi itu ia tampak tak ragu turun langsung ke lapangan. Tangannya sesekali membantu mengangkat material, lalu beralih ikut dalam estafet ember bersama warga. Keringat yang mengalir di wajahnya tak berbeda dengan yang lain, menjadi bagian dari kerja bersama yang sederhana, namun penuh makna.

Menurutnya, kehadiran BPBD dalam kegiatan TMMD bukan tanpa alasan. Lebih dari sekadar membantu, ini adalah bagian dari kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membangun ketahanan wilayah dari berbagai sisi.

“Kami dari BPBD tidak hanya hadir saat terjadi bencana. Kegiatan seperti ini juga penting, karena pembangunan infrastruktur yang baik bisa menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko ke depan,” ujarnya di sela kegiatan, Minggu (3/5/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan langsung di lapangan juga menjadi bentuk sinergi nyata antar instansi bersama masyarakat. Bagi Budi, gotong royong seperti ini justru memperkuat hubungan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

“Kalau dikerjakan bersama seperti ini, rasanya berbeda. Lebih dekat dengan masyarakat, dan kita juga ikut merasakan prosesnya,” tambahnya.

Di tengah kegiatan yang terus berlangsung, kehadiran BPBD menjadi warna tersendiri. Bukan hanya sebagai institusi penanggulangan bencana, tetapi sebagai bagian dari kekuatan kolektif yang turut mendorong percepatan pembangunan desa.

Di Dusun Batur, gotong royong hari itu tak lagi hanya tentang TNI dan warga. Ia berkembang menjadi cerita tentang lintas seragam yang melebur dalam satu tujuan. Dari loreng TNI hingga seragam BPBD, semua menyatu di atas jalan yang sedang dibangun, meninggalkan jejak kerja sama yang tak kasat mata, namun akan terus terasa. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT