Mjnews.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Solok Selatan menggelar pelatihan teknis pembuatan kue tampah bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan aneka kue se-Solok Selatan.
Kue tampah atau dikenal juga sebagai kue nampan merupakan sajian berisi beragam kue atau kudapan yang disusun rapi di atas tampah. Umumnya terdiri dari kue basah atau jajanan tradisional dengan cita rasa manis maupun gurih, yang kerap digunakan untuk hantaran pernikahan, arisan, hingga berbagai acara penting.
Bupati Solok Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah, H. Syamsurizaldi, dalam sambutannya menyoroti ketangguhan UMKM dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi.
“Saat krisis inflasi tahun 1998, UMKM terbukti mampu bertahan. Kemudian pada periode 2020–2021, terjadi perubahan besar dengan hadirnya teknologi dan digitalisasi. UMKM yang mampu beradaptasi dengan digital marketing dapat bertahan, sementara yang tidak mampu mengadopsi teknologi perlahan mulai tertinggal,” ujar Syamsurizaldi di Aula Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (6/5/2026).
Ketahanan UMKM, lanjutnya, harus didukung melalui kebijakan yang berpihak, pembinaan berkelanjutan, hingga kemudahan akses permodalan melalui sinergi pemerintah dengan perbankan, BUMN, dan pihak swasta.
“Pemberdayaan UMKM dan IKM menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan periode 2025-2030 dalam mewujudkan Solok Selatan makin maju dan sejahtera,” imbuhnya.
Syamsurizaldi juga menyampaikan bahwa Kabupaten Solok Selatan baru-baru ini menerima apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik pertama dalam penurunan dimensi pengangguran di wilayah Sumatera. Salah satu faktor pendukung capaian tersebut adalah pertumbuhan dan perkembangan UMKM di daerah.
Pelatihan pembuatan kue tampah untuk meningkatkan produktivitas dan kompetensi pelaku UMKM
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Solok Selatan, Musferi Hendra, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi pelaku UMKM.
“Pelatihan ini bertujuan memperkaya wawasan pelaku UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat. Hal ini juga sejalan dengan program unggulan kepala daerah, yakni UMKM naik kelas,” jelasnya.
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, 6–8 Mei 2026, dan diikuti oleh 30 peserta pelaku IKM. Kegiatan ini juga melibatkan camat serta wali nagari dari 15 nagari di Solok Selatan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pasar, baik secara konvensional maupun melalui platform digital.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Murniati Rasyid dari Asia Royal College Padang yang memberikan materi sekaligus praktik langsung kepada peserta, mulai dari teknik pembuatan, penataan, hingga pengemasan kue tampah agar memiliki nilai jual tinggi.
(sus)












