Didesak PSHT Cabang Kabupaten Blitar, KONI Siap Surati IPSI Jatim dan Dorong Muskablub
Mjnews.id – Desakan dari PSHT Cabang Kabupaten Blitar terkait kisruh kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar akhirnya mendapat respons dari KONI Kabupaten Blitar, pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam audiensi yang berlangsung dikantor KONI bersama sejumlah perwakilan warga PSHT cabang kabupaten Blitar, KONI menyatakan siap mengambil langkah dengan berkirim surat resmi kepada IPSI Jawa Timur untuk meminta penyelesaian organisasi.
Langkah itu muncul setelah PSHT Cabang Kabupaten Blitar menilai kondisi IPSI saat ini menghambat pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Blitar, terutama menjelang agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Dalam keterangannya, pihak KONI menegaskan bahwa mereka tidak ingin mencampuri urusan internal IPSI secara langsung. Namun, setelah adanya dorongan dan aspirasi dari PSHT serta perguruan lain, KONI siap memfasilitasi komunikasi dengan IPSI Jawa Timur.
“KONI tidak bisa tiba-tiba masuk ke ranah internal IPSI. Tapi setelah ada audiensi dan aspirasi dari bawah, kami akan segera bersurat ke IPSI Jawa Timur agar ada solusi bersama,” ujar Fatatoh Horoni Ulya, SE, ketua harian KONI kabupaten Blitar.
KONI juga menegaskan bahwa mekanisme organisasi seperti musyawarah kabupaten (muskab) maupun musyawarah kabupaten luar biasa (muskablub) harus tetap ditempuh sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Menurut KONI, polemik yang terjadi saat ini berpotensi merugikan atlet pencak silat Kabupaten Blitar. Pasalnya, proses pembinaan dan rekomendasi atlet dinilai belum berjalan maksimal akibat situasi organisasi yang belum kondusif.
“Harapan kami atlet jangan sampai menjadi korban konflik organisasi. Karena ini menyangkut masa depan atlet dan persiapan Porprov,” lanjutnya.
PSHT Cabang Kabupaten Blitar sebelumnya mendesak agar IPSI Jawa Timur segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap kepengurusan IPSI Kabupaten Blitar. Bahkan dalam audiensi tersebut muncul dorongan agar dilakukan muskablub maupun langkah pembekuan apabila konflik terus berlarut.
Selain itu, perwakilan perguruan silat juga menyoroti banyaknya atlet potensial Kabupaten Blitar yang justru direkrut daerah lain karena minimnya ruang pembinaan di daerah sendiri.
KONI memastikan hasil audiensi bersama PSHT dan perguruan lain akan segera dilaporkan kepada pimpinan serta diteruskan ke IPSI Jawa Timur dalam waktu dekat.
“Kami ingin semuanya duduk bersama. Karena di Kabupaten Blitar ada 16 perguruan dan semuanya harus dilibatkan dalam penyelesaian ini,” tegasnya.
Dalam audiensi itu juga muncul ultimatum agar IPSI Jawa Timur segera memberikan jawaban dalam waktu dua minggu. Jika dalam satu bulan tidak ada perkembangan, massa dari PSHT mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah lebih besar. (*)






