pemkab muba
BeritaKesehatanKota Bukittinggi

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral, Pemko Bukittinggi Targetkan Penyakit AIDS, TB dan Malaria Tereliminasi di 2030

52
×

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral, Pemko Bukittinggi Targetkan Penyakit AIDS, TB dan Malaria Tereliminasi di 2030

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Bukittinggi gelar pertemuan forum kemitraan AIDS, TB dan Malaria (ATM) tingkat Kota Bukittinggi tahun 2026
Pemerintah Kota Bukittinggi gelar pertemuan forum kemitraan AIDS, TB dan Malaria (ATM) tingkat Kota Bukittinggi tahun 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi gelar pertemuan forum kemitraan AIDS, TB dan Malaria (ATM) tingkat Kota Bukittinggi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota, Senin 13 Juli 2026.

Program Koordinator RSSH ADINKES Sumbar, Safwan, menjelaskan, pertemuan ini merupakan kegiatan kelima yang dilaksanakan di Bukittinggi. Sebagai daerah wisata, tentu Bukittinggi harus menuntaskan tiga penyakit ini, termasuk malaria, karena pengunjung luar negeri pun, akan mencek kasus malaria di tempat tujuan mereka.

ADVERTISEMENT

Sekda Bukittinggi, Rismal Hadi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ramli Andrian, menyampaikan, pondasi bidang kesehatan harus diperkuat dan menjadi prioritas utama. Untuk itu, pembangunan bidang kesehatan tidak bisa diabaikan, baik fisik maupun non fisik.

“Kolaborasi lintas sektor perlu dibangun untuk penanganan ATM. Pemerintah Kota Bukittinggi sudah keluarkan kebijakan pencegahan dan pengendalian ATM, yang tertuang dalam Perda nomor 2 tahun 2025, tentang RPJMD 2025-2029. Kebijakan ini berfokus pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan sistem kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Setelah pertemuan ini, lanjut Rismal, dibutuhkan langkah kongkrit untuk mencegah dan mengendalikan AIDS, TB dan malaria. Setiap SKPD memiliki peran penting dalam penanganan ATM ini, sesuai tupoksinya. Pemko juga butuh peran dan bantuan dari mitra kerja, seperti BazNas, Perbankan dan juga perhotelan, BUMN serta BUMD.

Ketua TP PKk Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi terlaksananya pertemuan ini. Dengan strategi yang disusun, tentunya target 2030 Bukittinggi mengeliminasi penyakit ATM dapat terealisasi.

Ny. Yesi, yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat ini, juga menekankan, TBC dan HIV merupakan ancaman nyata bagi keluarga. PKK menjadi mitra strategis kesehatan, sebagai ujung tombak dalam edukasi, pendampingan dan mobilisasi komunitas, untuk mendukung penanganan program TBC dan HIV ini.

“Kita juga akan terus mensosialisasikan penanganan ATM ini dalam sekolah keluarga. Sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara massif dan terukur,” jelasnya.

(Aii)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT