Menuju Sumatera Barat bebas TB
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengapresiasi Konferensi Kerja PDPI XVIII yang mengusung tema “Expanding Horizons in Every Breath”. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi organisasi profesi, pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan kesehatan respirasi, khususnya TBC.
Ia menilai PDPI memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan jejaring layanan TBC, penanganan TBC resisten obat, penemuan dan pelacakan kasus, edukasi masyarakat, serta penguatan terapi pencegahan TBC.
“Dengan dukungan PDPI dan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, kita berharap upaya-upaya ini dapat mempercepat langkah menuju Sumatera Barat bebas TB,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan penanggulangan TBC menjadi salah satu agenda penting pemerintah. Ia menyebut capaian notifikasi kasus TBC secara nasional meningkat dari 48 persen pada 2020 menjadi sekitar 80 persen pada 2025. Khusus Sumatera Barat, capaian notifikasi berada di kisaran 62 persen dan perlu terus ditingkatkan melalui penguatan penemuan serta penanganan kasus.
(adpsb)












