BeritaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Dorong Pemberantasan Narkoba hingga Tingkat Nagari

9
×

Gubernur Sumbar Dorong Pemberantasan Narkoba hingga Tingkat Nagari

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pengawasan peredaran Narkoba (narkotika  dan obat-obatan terlarang) hingga tingkat nagari, pemetaan jalur distribusi lintas daerah, serta peningkatan kapasitas rehabilitasi pengguna.

“Langkah terpadu ini dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat,” tegas Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

Pertemuan tersebut membahas strategi bersama untuk menghadapi ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat.

Mahyeldi mengapresiasi berbagai masukan dari peserta FGD dan menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat.

“Langkah yang perlu kita kembangkan adalah sinergi,” ujar Mahyeldi, seraya mendorong agar koordinasi antarpihak ditingkatkan untuk menghasilkan langkah penanganan yang lebih efektif.

Mahyeldi meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama aparat terkait memperkuat pendataan wilayah yang berpotensi menjadi jalur masuk dan distribusi narkotika. Pengawasan, terutama di kawasan perbatasan antardaerah, perlu dilakukan secara terkoordinasi agar jaringan peredaran tidak memanfaatkan celah pengawasan.

Menurutnya, pemetaan berbasis data akan membantu pemerintah dan aparat menentukan wilayah prioritas serta menyusun langkah pencegahan dan penindakan secara tepat. Upaya tersebut juga perlu didukung pertukaran informasi dan kolaborasi hingga tingkat nagari.

Selain memperketat pengawasan, Mahyeldi menyoroti keterbatasan fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Ia mendorong pembahasan mengenai dukungan anggaran, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta optimalisasi fasilitas yang tersedia agar kebutuhan rehabilitasi dapat tertangani lebih baik.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumbar mengintegrasikan edukasi antinarkoba dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan lainnya dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas pencegahan hingga ke nagari.

Mahyeldi menilai keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, serta perangkat nagari sangat penting dalam mendeteksi potensi peredaran narkoba sejak dini. Kepedulian lingkungan diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Ia turut meminta perhatian terhadap aktivitas malam hari, terutama yang berkaitan dengan anak sekolah dan lokasi usaha yang berpotensi disalahgunakan. Pengawasan terhadap tempat-tempat tersebut perlu dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota serta instansi yang berwenang.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT