EkonomiPadang PanjangSumatera Barat

Harga Bahan Pokok Naik, Pemko Padang Panjang Optimalkan Strategi Ini

128
×

Harga Bahan Pokok Naik, Pemko Padang Panjang Optimalkan Strategi Ini

Sebarkan artikel ini
Cabai
Cabai.

Mjnews.id – Harga bahan pokok seperti cabai kembali mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca yang memasuki musim penghujan di sejumlah daerah sentra, sehingga mempengaruhi hasil produksi petani.

Adapun komoditi yang alami kenaikan harga di antaranya beras kualitas I naik Rp83 dari Rp17.084 menjadi Rp17.167/kg. Beras kualitas II naik Rp83 dari Rp16.167 menjadi Rp16.250/kg. Beras kualitas III naik Rp500 dari Rp15.333 menjadi Rp15.833/kg.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Daging ayam broiler naik Rp1.667 dari Rp28.500 menjadi Rp30.167/kg. Telur ayam ras naik Rp266 dari Rp28.134 menjadi Rp28.400/kg. Cabai hijau naik Rp9.334 dari Rp49.333 menjadi Rp58.667/kg. Cabai rawit naik Rp4.167 dari Rp61.667 menjadi Rp65.834/kg. Cabai merah naik Rp11.000 dari Rp58.667 menjadi Rp69.667/kg.

Bawang merah naik Rp833 dari Rp33.667 menjadi Rp34.500/kg. Minyak goreng curah naik Rp1.000 dari Rp16.000 menjadi Rp17.000/kg.

Untuk itu, Pemerintah Kota Padang Panjang siapkan optimalisasi strategi 4K untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok. Kenaikan harga komoditas ini, terjadi merata di seluruh Indonesia.

“Begitu juga dengan beras mengalami kenaikan harga nasional akibat pasokan yang masih belum mampu memenuhi permintaan pasar. Ini akibat produktivitas lahan petani belum maksimal karena masih adanya efek dari fenomena Elnino,” kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Putra Dewangga, Minggu 18 Februari 2024.

Adapun optimalisasi strategi 4K itu, kata Putra Dewangga, di antaranya memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

“Pemko sudah melakukan konsolidasi seluruh OPD terkait seperti Dinas Perdakop UKM, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial PPKBPPPA, Dishub, Dinas PUPR, BPKD, Bappeda dan Setdako untuk mengambil langkah-langkah strategis mengatasi kenaikan harga komoditi tersebut,” jelas Putra.

Ditambahkannya, dikoordinir Asisten 2 Setdako bersama Kadis Pangan Pertanian, Kadis Perdakop UKM dan Kabag Perekonomian SDA pada Jumat (16/2) lalu juga sudah berkoordinasi dengan UPTD Distribusi, Akses dan Pasokan Pangan Provinsi Sumbar untuk ikut membantu ketersediaan pasokan pangan di Padang Panjang.

“Program lain di antaranya program gerakan menanam, gerakan pangan murah, gerakan stop boros pangan, warung sembako murah dan operasi pasar,” sebutnya.

Selain itu, tambah Putra, jika diperlukan akan digelontorkan APBD khususnya anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung pengendalian kenaikan harga komoditi pangan.

(*)

Kami Hadir di Google News