Jawa TimurPendidikan

Inovasi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Penanaman Padi tanpa Perendaman dengan Hasil Lebih Baik

244
×

Inovasi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Penanaman Padi tanpa Perendaman dengan Hasil Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Tanam Padi tanpa Perendaman dengan Hasil Lebih Baik
Inovasi terbaru Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Tanam Padi tanpa Perendaman dengan Hasil Lebih Baik. (f/ist)

Mjnews.id – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) mencatat prestasi bersejarah di dunia pertanian dengan melaksanakan penanaman perdana tanaman padi menggunakan inovasi terkini, yaitu “penanaman padi tanpa perendaman”. Acara dimulai dengan upacara doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur pada Jumat, 8 September 2023.

Penelitian ini merupakan terobosan baru yang dilakukan untuk menguji penggabungan teknologi irigasi tetes dan penerapan film mulsa dalam praktik bercocok tanam padi di sawah. Dengan memanfaatkan teknologi terkemuka dari Borouge Ltd, diharapkan hasil produksi padi sawah yang selama ini stabil di kisaran 6-7 ton per hektar dapat mengalami peningkatan yang signifikan.

Diketahui secara tradisionalnya, metode penanaman padi sawah melibatkan penggenangan lahan dengan air, yang sayangnya mengonsumsi banyak sumber daya air irigasi. Yang lebih ironis lagi, penggenangan ini, yang sebenarnya dimaksudkan untuk mengendalikan gulma, seringkali mengganggu sistem perakaran tanaman padi, menghambat pertumbuhannya.

Sistem budidaya tanaman padi tanpa digenangi yang diuji dalam penelitian ini menggunakan air irigasi untuk menjaga kondisi tanah tetap optimal melalui aplikasi irigasi tetes. Kendala gulma pada padi dikendalikan dengan menggunakan aplikasi mulsa.

Dengan kombinasi teknologi irigasi tetes dan aplikasi film mulsa, diharapkan budidaya padi sawah dapat mengatasi permasalahan gulma dan meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi. Hal ini sangat penting mengingat di masa depan diperkirakan akan terjadi defisit air dalam pertanian.

Misalnya, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, sekitar 70-80% air yang tersedia digunakan untuk irigasi. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi air irigasi menjadi suatu kebutuhan mendesak. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan efisiensi air irigasi hingga 60-80% dan meningkatkan produksi padi hingga 20%.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FP-UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si, Ph.D., dengan Asia South, Borouge Ltd, PT. Kencana Tiara Gemilang (KTG), dan PT. Narasing Hamurti Perkasa (NHP). MoA ini merupakan hasil dari komunikasi intensif antara Iva Dewi Lestariningsih, SP., M.Agr.Sc., selaku perwakilan FP UB dengan Ibu Rosa dari Borouge Ltd.

Penelitian ini juga didampingi oleh praktisi lapangan, Dr. Vilas Tajane sebagai Inovator dari Borouge Ltd, dan Ir. Wahyu dari PT. NHP. Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS., dengan anggota tim Prof. Dr. Ir. Sitawati, MS., Dr. Euis Elih Nurlaelih, S.P., M.Si., Muhammad Akhid Syib’li, SP, MP., Ph.D., Dr. Wisynu Ari Gutama, SP., M.MA., Prof. Ir. Didik Suprayogo, MSc., Ph.D., Iva Dewi Lestariningsih, SP., M.Agr.Sc., Syamsul Arifin, S.P., M.Si., dan Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si. Dalam penelitian ini, turut pula melibatkan 6 mahasiswa S1 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas akhir serta 4 teknisi lapangan dari FP-UB.

(Rmn)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600