KemensosKuliner

Mensos Sukses Bujuk Chef Juna Bantu Usaha Kuliner Pemuda NTT

400
×

Mensos Sukses Bujuk Chef Juna Bantu Usaha Kuliner Pemuda NTT

Sebarkan artikel ini
Chef Juna bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini
Chef Juna bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (f/humas)

Mjnews.id – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini mengaku menerima ajakan masak bareng Chef Juna. Juru masak kenamaan itu berjanji akan memberikan pelatihan memasak bagi pemuda Nusa Tenggara Timur.

Awalnya Mensos ragu lantaran malu akan terlihat tidak bisa memasak. Pasalnya, Mensos sudah 12 tahun tidak pernah mengolah makanan di dapur sebab harus mengurus Kota Surabaya dan Kementerian Sosial.

Dikisahkan Mensos, salah satu pengusaha restoran mengatakan akan menyerap tenaga kerja dari pemuda Indonesia Timur untuk membantu usaha makanan kotak hasil kolaborasi Chef Juna dan Chef Renata. “Tapi Chef Juna minta masak sama Ibu. Mati aku. Udah 12 tahun lebih jadi menteri gak pernah masuk dapur aku. Tapi oke, aku masak. Tapi nanti disuruh masak gimana ini ya,” katanya saat membuka Roadshow Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) di Sentra Efata Kupang, dalam keterangannya yang diterima pada Kamis 22 Juni 2023.

Beruntung, dalam kesempatan itu, Mensos tidak diminta memasak melainkan hanya membantu mengaduk urap. Wacana pelatihan itu pun diwujudkan pada 17 – 18 Juni 2023 bersamaan dengan Roadshow PENA di Kupang. Chef professional diturunkan untuk memberikan pelatihan memasak bagi 200 masyarakat dan pelajar SMK di Kupang.

Kehadiran para chef ini pun menjadi magnet tersendiri bagi mereka untuk mengikuti pelatihan secara penuh selama dua hari. Salah satu peserta, Fransiska Funan (18) mengaku mendapatkan banyak ilmu dari para chef. Selama dua hari, remaja lulusan SMK Jurusan Tata Boga ini mendapatkan teori tentang keamanan pangan dan praktek langsung membuat Es Krim Daun Kelor dan Batagor Bandung.

“Keamanan itu seperti kebersihan, terus diajarin cara masak batagor dengan baik dan cara membuat dessert,” katanya saat ditemui setelah mengikuti prektek memasak di Sentra Efata Kupang, Minggu (18/6).

Rekan sekolah Fransiska, Juliana De Carvalho (17) antusias mendengarkan chef yang membagikan kiat-kiat memasak untuk usaha kuliner. “Supaya rasanya sama makanya (makanan) harus ditimbang. Takutnya kalau tidak pakai ukuran pasti ada rasa yang berbeda-beda atau lebih atau kurang,” katanya.

Selain dua pelajar tersebut, kelas tata boga juga diikuti oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satu KPM PKH Milka FS Baikh, mengaku banyak ilmu yang bisa diperoleh dari kegiatan dua hari ini. “Kalau kemarin (17/6) belajar tentang teori bagaimana pemasaran atau jualan? Bagaimana caranya bertahan. Walaupun terjatuh harus bangkit lagi. Karena dalam segala usaha apapun itu kita harus berani untuk jatuh,” ujar perempuan 42 itu.

KPM PKH sejak tahun 2020 itu, meengaku takjub saat para chef menyulap daun kelor menjadi es krim. “Yang paling susah kalau awal-awalnya es krim daun kelor. Karena kita merasa kayak apa sih. Tidak pernah kita buat es krim daun kelor tapi ternyata itu sangat mudah dan enak sekali ,” tuturnya.

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600