Kemensos

Mensos Resmikan 26 Unit Rumah untuk Korban Kebakaran TPA Kendari

201
×

Mensos Resmikan 26 Unit Rumah untuk Korban Kebakaran TPA Kendari

Sebarkan artikel ini
Mensos Resmikan 26 Unit Rumah Untuk Korban Kebakaran Tpa Kendari
Mensos Resmikan 26 Unit Rumah untuk Korban Kebakaran TPA Kendari. (f/humas)

Mjnews.id – Menteri Sosial (Mensos)Tri Rismaharini meresmikan 26 unit rumah untuk korban kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Para korban kebakaran berjumlah 80 jiwa ini merupakan pahlawan sampah yang bermukim di kawasan TPA Puuwatu, Kendari. Laporan tentang korban kebakaran di TPA Puuwatu, dikatakan Mensos, bukan kali pertama ia terima.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

“Kasus (kebakaran) ini sudah ketiga kali. Awalnya, mereka meminta tenda. Tapi, saya bilang, karena ini sudah berkali-kali terbakar, maka rumahnya yang harus diperbaiki,” kata Mensos saat peresmian rumah di Kendari, Selasa 18 Juli 2023.

Mensos menyebut bantuan yang diserahkan pada hari ini merupakan langkah responsif pemerintah dalam membantu meringankan beban para pahlawan sampah di TPA Puuwatu. “Bantuan ini merupakan stimulan. Memang korbannya segitu, jadi kami sesuaikan (bantuannya) dengan jumlah korban,” ucapnya.

Mantan Wali Kota Surabaya itu berharap masyarakat penerima bantuan tidak melihat bantuan rumah yang diberikan dalam bentuk benda, namun representasi untuk melahirkan karya agar mereka senantiasa merawat dan menjaganya.

“Jika penghuninya tidak melihat bangunan ini hanya sebagai benda, maka mereka bisa produktif, menghasilkan karya dari sana. Contohnya, anak-anak sehat dalam tumbuh kembangnya, yang pada akhirnya bermuara juga pada kesejahteraan mereka,” ujar Risma.

Senada pernyataan Mensos, pengamat sosial Imam Prasodjo, yang turut hadir pada kesempatan itu, menekankan pentingnya melihat rumah bukan hanya sebagai sebuah bangunan.

“Tadi Bu Risma mengatakan bahwa ini is not a house yang diharapkan, but is a home. Jadi, house itu ‘kan sekedar bangunan, tapi home itu adalah tempat pulang,” kata Imam menegaskan.

Poin menarik baginya adalah saat nanti muncul pengorganisasian, semangat kebersamaan, menjadi komunitas responsif dan menjadi sebuah stimulan yang tidak hanya sekedar bangunan. Menurutnya, tanpa pengorganisasian, negeri ini kesulitan untuk berkembang.

Kami Hadir di Google News