Guru Sejati di Tengah Badai Informasi Internet dan Android
Pada akhirnya, di era 5.0 ini, guru PAI bukan lagi sekadar “pengajar agama” yang datang membawa buku LKS dan Al-Qur’an, tetapi seorang pendidik sejati yang mampu berdakwah di tengah badai informasi dan gadget Android. Ia adalah penjaga terakhir ketika filter orang tua mulai lemah dan filter negara belum cukup kuat.
Jika guru PAI gagal beradaptasi dan tetap bertahan dengan metode konvensional, maka kita akan kehilangan satu generasi yang shalatnya rajin tetapi hatinya kosong dari akhlak mulia.
Maka, sudah saatnya kita menempatkan guru PAI di garda terdepan perang melawan dampak negatif internet dan Android. Bukan dengan menolak teknologi, tetapi dengan mengislamkan teknologi itu sendiri.
Karena di era 5.0, pemenangnya bukan yang paling canggih gadgetnya, tetapi yang paling kuat iman dan akhlaknya di tengah kecanggihan itu.
Wallahu a’lam.
Penulis, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
(*)








