Di lokasi pekerjaan, warga bernama Sahril (55) berharap pihak rekanan bekerja secara serius.
“Kami minta PT Aura Mandiri mengerjakan proyek ini dengan sungguh-sungguh supaya hasilnya maksimal dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan Abcai, warga lainnya. Ia mengingatkan risiko kualitas pekerjaan jika penyelesaian dipaksakan.
“Kalau dikejar waktu, kualitas pasti terdampak. Jalan bisa cepat rusak,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Konsultan Pengawas Rinal Fernando menyatakan pekerjaan masih pada tahap awal.
“Waalaikumsalam pak, kami sedang mengerjakan penghamparan sirtu,” jawabnya melalui pesan singkat, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 13.24 WIB.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Garuda 08 DPW Sumatera Barat yang dipimpin Zamzami Edwar turun langsung ke lokasi proyek Peningkatan Jalan Ujung Guguak Simpang Kuranji.
Tim tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Selain itu, penghamparan sirtu dilakukan di atas tanah gambut yang labil.
“Kondisi tanah seperti ini membutuhkan pengawasan ketat dari Balai Wilayah I Sumatera Barat. Tidak cukup hanya diserahkan ke konsultan dan rekanan,” tegas Zamzami Edwar.
Tim Garuda 08 berharap seluruh pihak terkait melakukan pengawasan serius dan membuka informasi kepada publik.
“Proyek ini menggunakan uang negara. Pengawasan penting agar kualitas terjaga dan tidak berpotensi merugikan keuangan negara,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah I Sumatera Barat belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan.
(*/eki)












