Tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Solok
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, menegaskan bahwa tanggal 9 April merupakan tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Solok yang telah melewati berbagai fase, mulai dari masa perjuangan hingga pembangunan dan transformasi. Selama lebih dari satu abad, Kabupaten Solok terus berkembang dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam, adat, budaya, serta nilai kebersamaan sebagai kekuatan utama.
Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Solok mengusung tema “Bekerja, Berkarya, Semakin Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan ke depan yang menekankan pada kerja nyata, inovasi, serta dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga menegaskan sejumlah fokus pembangunan, antara lain penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta peningkatan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Bupati Jon Firman Pandu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar Kabupaten Solok dapat bangkit lebih cepat pascabencana.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta ucapan terima kasih kepada Syamsu Rahim atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kabupaten Solok periode 2010–2015.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, seraya mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-113 ini sebagai momentum untuk bekerja lebih keras, berkarya lebih cerdas, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi kemajuan Kabupaten Solok.
(Siska)
