
Dalam Pergerakan dan perjuangan Bangsa Indonesia untuk membebaskan bangsa dari cengkeraman kekuasaan asing ada sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak tokoh pejuang pergerakan kemerdekaan serta pucuk pimpinan bangsa di awal kemerdekaan berasal dari Minangkabau.
“Sudah saatnya kita ulang sejarah untuk melahirkan pemimpin dari Bukittinggi untuk Indonesia,” ungkap Erman.
Wako dalam pidatonya, mengucapkan terima kasih atas dukungan segenap stakeholders kota dalam gerak langkah pembangunan di kota ini. Tantangan dan tanggungjawab ke depan masih berat, di tengah keterbatasan kemampuan finansial pasca pandemi covid-19.
“Konsentrasi pembangunan daerah harus kita fokuskan untuk aspek pemberdayaan masyarakat di segala lini, yakni pendidikan, kesehatan, kebangkitan ekonomi umat, dan perlindungan sosial. Program pembangunan kota berupa kegiatan-kegiatan yang didanai oleh APBD secara sederhana harus dirumuskan untuk membantu masyarakat miskin, menolong orang-orang susah, menolong anak terlantar, menolong orang tua yang tidak memiliki sanak keluarga, dan menolong keluarga miskin untuk dapat hidup layak, memiliki kesempatan untuk mencari nafkah secara wajar, menyekolahkan anak sampai pada derajat pendidikan setinggi tingginya, mendapatkan layanan Kesehatan tanpa memandang kemampuan ekonomi. Kita tidak ingin lagi terjadi lagi ada warga sakit yang semestinya di rawat di rumah sakit, tetapi terpaksa menggeletak saja di rumah, karena ketiadaan biaya,” ujar Wako.
Data resmi Biro Pusat Statistik tahun 2021 mencatat masih terdapat & 6.900 jiwa penduduk Bukittinggi yang berada dalam garis kemiskinan, dengan kata lain sebanyak 5,14 % penduduk kota berkategori miskin. Pemerintah daerah dengan dukungan penuh DPRD akan selalu berupaya selalu hadir di tengah mereka, berupaya membantu mereka, berupaya meringankan beban mereka dengan seluruh kekuatan finansial pemerintah.
Program tabungan utsman, di mana melalui belanja subsidi yang tertuang dalam APBD Pemerintah Kota menanggung beban bunga atas pinjaman produktif atau modal usaha masyarakat pelaku ekonomi mikro pada BUMD BPRS Jam Gadang. Program ini telah terlaksana mulai tahun 2022. Dengan anggaran subsidi sebesar 2.5 Milyar, kredit yang dapat dilucurkan BPRS Jam Gadang untuk pelaku usaha mikro sebesar 14.5, sementara jumlah penerima kredit sebanyak 1.956 orang.












